Sayuran Awal Makan Stabilkan Gula Darah

  • 23 Feb 2026 13:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebiasaan sederhana mengonsumsi sayuran di awal waktu makan dinilai efektif membantu mengendalikan gula darah. Pola ini menjadi sorotan para ahli karena mudah diterapkan tanpa harus menghilangkan karbohidrat dari menu harian.

Dilansir dari laman resmi media antaranews.com Senin, 23 Februari 2026, Lonjakan gula darah setelah makan kerap terjadi akibat penyerapan karbohidrat yang terlalu cepat. Dengan mendahulukan sayuran, proses tersebut dapat diperlambat secara alami oleh kandungan serat.

Ahli sains nutrisi sekaligus koordinator dukungan nutrisi di Tufts Medical Center, Grace Phelan, menjelaskan bahwa urutan makan memiliki dampak signifikan. "Studi menunjukkan bahwa urutan makanan yang dimakan saat makan dapat memengaruhi kadar gula darah pasca makan," kata Grace Phelan.

Ia menambahkan bahwa sayuran berfungsi sebagai penahan awal dalam sistem pencernaan. "Memakannya lebih awal saat makan dapat membantu memoderasi gula darah dengan menciptakan peningkatan glukosa yang lebih lambat dan bertahap," imbuhnya.

Setelah sayuran, protein dan lemak seperti ayam, ikan, telur, atau tahu dianjurkan untuk dikonsumsi. Kombinasi ini membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga gula darah tidak melonjak tajam.

Ahli diet terdaftar dari Health For Life Medical Centre, Avery Zenker, menilai pendekatan ini efektif dalam praktik sehari-hari. "Hal ini, pada gilirannya, dapat menumpulkan lonjakan gula darah," ujar Avery Zenker.

Ia juga menyebut manfaatnya meluas pada kondisi resistensi insulin. "Strategi ini mungkin juga bermanfaat untuk kondisi kesehatan lain yang terkait dengan resistensi insulin," tambahnya.

Karbohidrat seperti nasi atau kentang sebaiknya dikonsumsi terakhir dalam satu rangkaian makan. Penelitian menunjukkan metode ini mampu menurunkan lonjakan gula darah hingga 44 persen pada penderita diabetes tipe 2.

Selain pengaturan menu, aktivitas ringan seperti berjalan kaki 10 menit setelah makan turut membantu menjaga gula darah tetap stabil. "Ini tidak perlu sempurna, cukup mulai makan dengan makanan kaya serat dan protein untuk membuat perbedaan nyata," tutur Phelan.

(Aura Putri Fadillah – UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....