Perempuan Rentan Infeksi Saluran Kemih

  • 16 Feb 2026 14:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Infeksi Saluran Kemih (ISK) masih sering dianggap keluhan ringan oleh banyak perempuan. Padahal, jika diabaikan, infeksi ini bisa berdampak serius pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

“Secara anatomi, saluran kemih pada perempuan lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk. Kondisi ini perlu membuat perempuan harus lebih waspada terhadap gejala awal," kata Spesialis Penyakit Dalam RS Brawijaya Antasari, dr. Rizka Novita Indriani, Sp.PD dalam program siaran Perempuan Berdaya, di Pro 1 RRI Jakarta dengan tema “Perempuan Sehat: Cegah ISK Sejak Dini”, pada Senin 16 Februari 2026.

Lebih lanjut dr. Rizka menjelaskan, perempuan lebih rentan mengalami ISK dibanding laki-laki. “Secara anatomi, saluran kemih perempuan lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk,” jelasnya.

Menurut dr. Rizka, kebiasaan sederhana seperti menahan buang air kecil dapat menjadi pemicu infeksi. Kurang minum air putih juga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri. “Menahan pipis karena sibuk atau fasilitas kurang nyaman itu memang bisa memicu ISK,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia perlu utuk mengingatkan, karena kebiasaan tersebut sering tidak disadari dampaknya.

Gejala ISK yang kerap dianggap sepele antara lain anyang-anyangan dan rasa nyeri saat buang air kecil. Dalam kondisi tertentu, bisa disertai demam dan nyeri perut bawah. "Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal. Kondisi ini tentu lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan serius," pringatnya.

Pada perempuan hamil, ISK bahkan bisa meningkatkan risiko komplikasi. Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sangat dianjurkan.

Terkait pengobatan, dr. Rizka menegaskan penggunaan antibiotik harus sesuai resep dokter. Konsumsi obat tanpa pemeriksaan dapat memperparah kondisi dan memicu resistensi. “Minum air putih itu membantu, tetapi bukan berarti cukup tanpa terapi medis bila sudah terinfeksi. Penggunaan herbal boleh saja sebagai pendamping, dengan konsultasi medis," sarannya.

Pencegahan ISK sebenarnya bisa dilakukan melalui langkah sederhana. Perempuan dianjurkan menjaga kebersihan area intim, tidak menahan pipis, dan rutin minum air putih.

Di akhir dialog, dr. Rizka mengajak perempuan Indonesia untuk lebih peduli terhadap kesehatannya sendiri. “Perempuan berdaya adalah perempuan yang berani menjaga tubuhnya dan tidak menunda pemeriksaan saat ada keluhan,” terang dr. Rizka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....