Perkuat Bali sebagai Destinasi Wisata Kesehatan Dunia

  • 14 Feb 2026 15:25 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – JEC Eye Hospitals and Clinics menggelar groundbreaking pembangunan JEC BALI @ Sanur di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali. Cabang terbaru jaringan JEC ini akan mengusung konsep “Blue Hospital” berstandar global dan menjadi pionir layanan medis khusus mata di kawasan tersebut.

Kehadiran JEC BALI @ Sanur dinilai semakin menguatkan posisi Bali dan Indonesia sebagai destinasi utama wisata kesehatan (health tourism) dunia.

Berdasarkan riset IMARC Group, pasar wisata kesehatan di Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,7 miliar dan diproyeksikan tumbuh hingga USD 9,6 miliar pada 2033.

Sementara itu, Bali tetap menjadi magnet wisata internasional.

Data BPS Provinsi Bali mencatat, sepanjang 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 6.948.754 orang atau meningkat 9,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur JEC Group sekaligus Presiden Direktur PT Nitra Sanata Bali (NSB), DR. Dr. Johan A. Hutauruk, SpM(K), menyatakan peresmian KEK Sanur menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkokoh peran Indonesia sebagai international health and wellness destination.

“Mendukung hal tersebut, JEC sebagai pemimpin layanan oftalmologi selama lebih dari empat dekade di Indonesia akan menghadirkan JEC BALI @ Sanur dengan mengombinasikan dokter subspesialis mata berpengalaman, teknologi bedah mata terakini, serta rekam jejak inovasi yang telah memajukan dunia kesehatan mata nasional,” ujar Johan dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).

Ia, menambahkan, melalui konsep “Blue Hospital” yang diimplementasikan, pasien tidak hanya memperoleh kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman healing menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah.

Target Rampung 2027

JEC BALI @ Sanur dibangun di atas lahan seluas 6.200 meter persegi dengan total luas bangunan 12.000 meter persegi, terdiri dari empat lantai dan semi-basement. "Fasilitas ini ditargetkan rampung pada 2027 dan mampu melayani hingga 30.000 kunjungan pada tahun pertama operasional," katanya.

Selain menyasar masyarakat Bali, rumah sakit mata ini juga menargetkan pasar domestik menengah ke atas, komunitas ekspatriat, serta pasien mancanegara. Secara global, JEC merupakan anggota World Association of Eye Hospitals (WAEH) dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang duduk sebagai board member. JEC juga berperan sebagai co-founder ASEAN Association of Eye Hospital (AAEH).

Komitmen terhadap standar mutu internasional juga tercermin dari raihan akreditasi Joint Commission International (JCI) sebanyak empat kali berturut-turut pada 2014, 2017, 2020, dan 2023, menjadikannya satu-satunya rumah sakit mata di Indonesia dengan pencapaian tersebut.

Seremoni peletakan batu pertama turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster serta Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat.

Gubernur Bali menyambut baik kehadiran JEC BALI @ Sanur sebagai wujud kolaborasi pemerintah dan swasta dalam pengembangan KEK Sanur.

“Fasilitas kesehatan mata berstandar internasional ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Bali, tetapi juga memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kesehatan kelas dunia,” ujarnya.

Sementara itu, PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola The Sanur menilai kolaborasi ini menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap sentra kesehatan mata berkualitas di dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta health and wellness global.

Usung Konsep Blue Hospital

JEC BALI @ Sanur mengadopsi konsep “Blue Hospital” yang memadukan prinsip smart dan green secara menyeluruh.

Konsep ini menitikberatkan pada sentralitas pasien, optimalisasi hasil kesehatan, efisiensi biaya, kesejahteraan pasien dan tenaga medis, keberlanjutan lingkungan, serta kecerdasan bangunan. Tiga pilar utama yang diterapkan meliputi people (kesehatan dan kesejahteraan pasien serta staf), sustainability (sistem hemat energi dan material ramah lingkungan), serta operational efficiency (pemanfaatan data real-time untuk meningkatkan reliabilitas layanan).

Sejumlah fitur pendukung juga akan dihadirkan, seperti smart parking, smart lighting berbasis deteksi gerak, hingga sensor kualitas udara di ruang-ruang strategis guna memastikan lingkungan yang sehat dan aman.

Dari sisi layanan, JEC BALI @ Sanur menyediakan layanan komprehensif antara lain FLACS (semi-robotic cataract surgery), SMILE PRO, LASIK, Implantable Collamer Lens (ICL), layanan glaukoma, vitreo-retina, Myopia Control Center, hingga Dry Eye Center.

“Hadirnya JEC BALI @ Sanur bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi membangun ekosistem kesehatan mata yang berkelanjutan dan inklusif. Kami berharap kehadirannya dapat mengurangi tren medical outbound sekaligus menarik pasien mancanegara, sehingga Indonesia semakin dipercaya sebagai sentra kesehatan mata dunia,” ujar Johan.

Sejak berdiri pada 1984, JEC telah mengembangkan lima rumah sakit mata dan 11 klinik utama mata di berbagai kota di Indonesia. Tahun ini, selain JEC BALI @ Sanur, JEC juga berencana membuka cabang baru di Kediri dan Tangerang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....