Pola Tidur Tak Teratur: Pemicu Gangguan Kesehatan Mental
- 12 Feb 2026 13:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kesehatan mental sering kali dipicu oleh gejala insomnia akibat pola tidur yang tidak teratur. Gejala hipersomnia juga menyebabkan individu mengalami kantuk berlebih sepanjang hari karena kesulitan tidur di malam hari.
Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Kamis, 12 Februari 2026, kurang tidur dapat memengaruhi emosi secara signifikan. Bagian otak yang disebut amygdala akan mengalami peningkatan aktivitas hingga 60 persen, sehingga mempengaruhi kemampuannya dalam mengandalikan perilaku. Akibatnya individu menjadi lebih mudah marah dan cemas.
- Dampak pada Gangguan Bipolar
Pada penderita gangguan bipolar, pola tidur yang terganggu berperan besar besar dalam memicu episode mania. Individu akan mengalami lonjakan energi berlebih yang membuat mereka mengabaikan kebutuhan tidur. Sebaliknya, pada fase depresi, mereka akan mengalami kelelahan mendalam akibat keadaan emosional rendah disertai kesedihan yang berkepanjangan.
- Hubungan dengan ADHD dan Hipersomnia
Hipersomnia sering menyertai gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), sehingga menyebabkan gangguan hiperaktivitas, impulsivitas, kantuk berlebih pada siang hari, serta kondisi emosi yang labil. Selain itu individu juga akan mengalami sulit konsentrasi yang disebut brain fog.
- Gangguan Kecemasan dan Kesulitan Mengingat
Pola tidur tak teratur dapat memicu serangan pani dan mimpi buruk sehingga menyebabkan gejala gangguan kecemasan. Selain itu, memori jangka pendek yang berfungsi untuk melakukan aktivitas kompleks serta memori jangka panjang akan terganggu, sehingga sulit untuk mengingat informasi sepanjang waktu.
Faktor potensial meliputi begadang, tidur larut malam, serta kebiasaan tidur larut di akhir pekan. Untuk itu perlu menjaga kesehatan mental dengan memprioritaskan tidur 7-9 jam per malam, dengan waktu ideal paling lambat 23.00 untuk mendapatkan istirahat maksimal. Dengan menjaga pola tidur teratur akan meminimalisir risiko gangguan mental. (Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....