Kisah Inspiratif, Mahasiswi i3L University Kembangkan Riset Pangan di Tiga Negara

  • 20 Sep 2026 12:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah upaya perguruan tinggi mendorong mahasiswanya memiliki pengalaman global, i3L University, yang sebelumnya dikenal sebagai Indonesia International Institute for Life Sciences, mencetak kisah inspiratif melalui salah satu mahasiswinya.

Mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2023, Bianca Haidi berhasil menorehkan jejak riset di tiga negara sekaligus, yakni China, Jepang, dan Jerman.

Mahasiswi yang pernah menjalani program di Shanghai Jiao Tong University ini terpilih sebagai Amgen Scholar di The University of Tokyo, Jepang, dan kini menjadi exchange student sekaligus peneliti di FH Münster, Jerman.

Berkat rangkaian pengalaman internasional tersebut, Bianca dinobatkan sebagai Top Scholar 2026 i3L University sekaligus peraih Best Oral Presenter Award dalam Amgen Scholars International Symposium.

Perjalanan internasional Bianca dimulai dari Shanghai Jiao Tong University, universitas nomor satu di China, yang menjadi fondasi akademik global sebelum melangkah ke riset yang lebih menantang.

Puncaknya terjadi pada Juni hingga Agustus 2026, saat Bianca terpilih sebagai Amgen Scholar di The University of Tokyo, universitas nomor satu di Jepang. Di laboratorium tersebut, ia mengerjakan penelitian mengenai lokalisasi protein menggunakan genetic engineering, bidang di luar latar belakang utamanya di Teknologi Pangan.

“Pengalaman ini sangat berarti karena penelitian yang saya lakukan berada di luar latar belakang utama saya,” ujar Bianca dalam keterangan resminya, Sabtu, 19 September 2026.

Ia mengaku sempat mengalami imposter syndrome di tengah para peneliti ahli. Titik baliknya terjadi setelah berdiskusi dengan Gregory A. Llacer, Global Director of the Amgen Scholars Program dan Senior Administrative Affiliate of Harvard College, yang berpesan agar jangan ragu bertanya ketika menemukan hal yang belum dipahami.

Sejak itu, Bianca memberanikan diri bertanya kepada profesor pembimbingnya, yang justru disambut antusias hingga akhirnya mengantarkannya meraih Best Oral Presenter Award.

“Saya semakin percaya bahwa disciplines are frameworks for inquiry, not boundaries to discovery,” kata Bianca.

Kini Teliti Sosis di Jerman dan Ingin Pulang ke Indonesia

Saat ini, Bianca melanjutkan studinya di FH Münster, Jerman, sebagai exchange student. Di sana, ia meneliti keberlanjutan pangan dengan memanfaatkan brewer's spent grain_, hasil samping industri pembuatan bir, yang difermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus_ sebagai substitusi dalam bratwurst sausage.

Ke depan, ia berharap pengetahuan lintas negara tersebut dapat dibawa kembali ke Indonesia.

“Setelah studi di Jerman selesai, saya ingin membawa pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan ini ke Indonesia. Saya berharap dapat menerapkan konsep maupun teknologi yang saya pelajari untuk mendukung pengembangan industri pangan di Indonesia,” ucapnya.

Dukungan Kampus Ciptakan Eksposur Global Tanpa Tambah Semester

Wakil Rektor bidang Pemasaran, Penelitian, dan Inovasi i3L University, Pietradewi Hartrianti, Ph.D., menegaskan seluruh pengalaman lintas negara Bianca diraih tanpa harus menambah masa studi.

"Bianca tidak menambah semester karena sudah included, sistem kurikulum kami memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan overseas exposure sebanyak-banyaknya. Jadi selama kuliah, mereka bisa meraih pengalaman ke banyak negara," ujar Pietra.

Menurutnya, dukungan tersebut diperkuat dengan metode pembelajaran 100 persen berbahasa Inggris.

"Kami itu universitas yang menggunakan 100 persen bahasa Inggris. Dari penyampaian materi di kelas, presentasi, semuanya full Inggris," ungkapnya.

Dukungan akademik juga datang dari Kaprodi Teknologi Pangan sekaligus academic advisor Bianca, Dr. Hanny Angrainy, yang sejak awal mendorong Bianca mencoba berbagai peluang kompetisi dan penelitian.

"Saya lihat bakat Bianca itu dari waktu orientasi mahasiswa. Dari cara dia speech, dari cara dia represent herself, ini anak bagus banget. Dan pastinya sekarang saya bangga ya," katanya.

Hanny menambahkan, keunggulan Bianca terletak pada keberanian mencoba hal baru. Proyek riset sosis di Jerman merupakan ide orisinal Bianca sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....