Ciptakan Pembelajaran Berkualitas, Acer Indonesia Perkuat Kapasitas Pendidik
- 17 Sep 2026 16:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Acer Indonesia komitmen memperkuat kesiapan sekolah, pendidik dan siswa dalam menghadapi transformasi digital melalui Acer Edu Tech 2026 yang diselenggarakan di Surabaya. Forum edukasi tahunan ini menjadi ruang kolaborasi bagi praktisi pendidikan, akademisi dan pemangku kepentingan.
Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia mengatakan, coding dan kecerdasan artifisial (AI) bukan lagi sekedar keterampilan tambahan, tetapi telah menjadi bagian penting dari kompetensi masa depan.
Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
"Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi. Melalui event ini, kami ingin mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara industri, akademisi, pemerintah dan komunitas pendidikan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan," ujar Rico, Rabu, 16 September 2026.
Untuk memperkaya pembahasan, Acer Edu Tech 2026 menghadirkan pembicara dengan keahlian yang saling melengkapi, yakni Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, yang membagikan perspektif akademis mengenai transformasi pendidikan dalam bentuk coding dan kecerdasan artifisial dan Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya, yang mengulas pentingnya pembelajaran AI dan coding dalam dunia pendidikan.
"Kehadiran peserta dengan beragam latar belakang tersebut membuka ruang bagi pertukaran perspektif mengenai tantangan, kebutuhan, dan praktik penerapan teknologi dalam pembelajaran," katanya.
Para pembicara mengulas transformasi menuju sekolah masa depan serta pemanfaatan dan optimalisasi coding dan AI dalam pembelajaran. Pembahasan tidak hanya menyoroti perkembangan teknologi, tetapi juga kesiapan sekolah, kompetensi pendidik, dan pendekatan pedagogis yang diperlukan agar teknologi dapat memberikan manfaat nyata dalam proses belajar.
Dari rangkaian diskusi tersebut, peserta mendapatkan referensi untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah, menentukan penggunaan teknologi yang sesuai, serta merancang pembelajaran berbasis coding dan AI secara lebih terarah. Perspektif dari akademisi, praktisi, dan pengembang kurikulum juga membantu peserta memahami penerapannya dari sisi konsep, kebijakan, hingga praktik di kelas.
Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, menekankan bahwa transformasi menuju sekolah masa depan tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi.
Ia menjelaskan, sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan. Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa.
"Karena itu, transformasi pendidikan harus dimulai dari visi sekolah yang kuat, pendidik yang terus berkembang, dan ekosistem yang mendukung setiap siswa mencapai potensinya,” ucapnya.
Melalui Acer Edu Tech dan berbagai inisiatif lainnya, Acer Indonesia terus mengambil peran dalam mendukung transformasi pendidikan nasional secara berkelanjutan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyediaan solusi teknologi, pengembangan kapasitas pendidik, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan. Dengan pendekatan ini, Acer berupaya membantu sekolah membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....