PPM School: Gelar Akademik Syarat Administratif, Soft Skill Penentu Kesuksesan
- 07 Agt 2026 15:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta –Memiliki gelar akademik tidak lagi menjadi jaminan seseorang mampu bersaing dan berkembang di dunia kerja. Di tengah perubahan kebutuhan industri, transformasi digital, hingga perkembangan kecerdasan buatan (AI), perusahaan kini semakin menaruh perhatian pada kemampuan adaptasi, kepemimpinan, komunikasi, dan kemauan belajar sepanjang hayat.
Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi "Merdeka Berkarier: Ketika Ijazah Saja Tidak Cukup di Dunia Kerja" yang diselenggarakan PPM School of Management melalui program MAKSI di RRI Pro 1 FM. Diskusi menghadirkan Dean PPM School of Management, Dr. Wendra, S.E., Ak., M.HRM., ACP., CPC, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Wendra menjelaskan bahwa gelar akademik tetap memiliki fungsi penting sebagai bukti seseorang menguasai kompetensi teknis tertentu. Namun, menurutnya, fungsi tersebut saat ini lebih banyak menjadi persyaratan administratif awal dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
"Gelar akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan. Namun, soft skill-lah yang akan membuat Anda bersinar lebih jauh," ujar Wendra.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam membangun karier lebih banyak ditentukan oleh kemampuan nonteknis, seperti kepercayaan diri (self confidence), kemampuan membangun relasi (relationship building), kepemimpinan tim (team leadership), serta kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan (continuous learning). Kompetensi tersebut dinilai semakin dibutuhkan seiring perubahan pola kerja dan meningkatnya kompleksitas tantangan bisnis.
Diskusi tersebut juga mengangkat fenomena mismatch antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan data yang menjadi latar belakang pembahasan, jutaan angkatan kerja Indonesia masih belum terserap pasar kerja, sementara sebagian pekerja bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa daya saing lulusan kini tidak lagi ditentukan oleh gelar semata, tetapi juga oleh relevansi kompetensi yang dimiliki,” katanya.
Karena itu, Wendra mengimbau calon mahasiswa agar lebih cermat memilih perguruan tinggi. Menurutnya, lembaga pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu mengembangkan karakter, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta jiwa kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan bahwa proses pembelajaran didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki pengalaman praktis di dunia industri sehingga mahasiswa memperoleh perspektif yang tidak hanya bersifat teoritis.
Khusus bagi mereka yang akan melanjutkan studi magister, Wendra menilai kualitas jejaring antar mahasiswa menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan. Lingkungan belajar dengan latar belakang profesional yang beragam dinilai mampu memberikan nilai tambah dalam memperluas kolaborasi sekaligus membuka peluang pengembangan karier di masa depan.
Sementara itu, bagi orang tua, ia mengajak untuk berperan aktif membantu anak memperoleh informasi yang memadai mengenai pilihan pendidikan, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan reputasi institusi, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang terus berkembang.
Diskusi "Merdeka Berkarier: Ketika Ijazah Saja Tidak Cukup di Dunia Kerja" diselenggarakan sebagai ruang edukasi publik mengenai pentingnya membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong budaya pembelajaran sepanjang hayat agar lulusan maupun profesional tetap adaptif menghadapi perubahan dunia kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....