Pengelolaan Tekanan Air Dengan Memanfaatkan Teknologi Sensor

  • 25 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas.

RRI. CO. ID, Jakarta - Pernah mengalami air yang mengalir deras di satu waktu, tetapi menjadi kecil di waktu lainnya? Salah satu penyebabnya dapat berkaitan dengan perubahan tekanan pada jaringan distribusi air.

Bagi pengelola layanan air bersih, menjaga tekanan tetap sesuai kebutuhan menjadi hal penting. Tekanan yang terlalu rendah dapat membuat distribusi tidak optimal, sementara tekanan yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kebocoran maupun gangguan pada jaringan pipa.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, di Jakarta, Selasa 25 Agustus 2026, mengatakan, komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital dan energi hijau keberlanjutan yang berkualitas.

Pengelolaan tekanan air kini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sensor dan monitoring digital. Melalui Water Pressure Control, kondisi tekanan pada jaringan dapat dipantau secara real-time sehingga operator lebih cepat mengetahui apabila terjadi perubahan yang tidak normal. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk membantu pengaturan pompa dan katup agar distribusi air tetap berjalan sesuai kebutuhan di berbagai titik layanan.

Pemanfaatan teknologi menjadi semakin relevan karena kehilangan air masih menjadi tantangan dalam pengelolaan jaringan air bersih. World Bank mencatat Non-Revenue Water (NRW)—air yang telah diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan akibat kebocoran, kesalahan pengukuran, atau faktor lainnya—menjadi persoalan bagi banyak penyedia layanan air di berbagai negara. Pengelolaan tekanan yang baik merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi risiko kebocoran sekaligus menjaga performa jaringan distribusi.

Melalui solusi Water Pressure Control, PLN Icon Plus mendukung pengelola utilitas dalam memanfaatkan data untuk memantau kondisi jaringan secara lebih terukur.

Informasi tekanan yang tersedia membantu proses evaluasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, sekaligus mendukung pengelolaan distribusi air yang lebih efisien. Dengan pemanfaatan teknologi digital, layanan air bersih dapat bergerak menuju sistem yang semakin responsif, terpantau, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....