Keamanan Siber di Era AI, Manusia Tetap Jadi Garda Terdepan

  • 22 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) semakin banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan siber. Meski teknologi tersebut mampu membantu mendeteksi hingga menghadapi berbagai ancaman digital, peran manusia dinilai masih sangat penting dalam memastikan sistem keamanan tetap berjalan secara optimal.

Dilansir dari Antara, pada Rabu 19 Agustus 2026, Head of Cybersecurity Education and Academic Affairs Kaspersky, Evgeniya Russkikh, mengatakan bahwa kemampuan AI yang semakin berkembang tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam menjaga keamanan siber. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan manusia tetap dibutuhkan ketika menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

“Ketika AI menjadi semakin cakap dalam menyerang maupun mempertahankan lingkungan digital, nilai penilaian manusia menjadi jauh lebih penting,” kata Evgeniya, dalam Kaspersky Academy Partners Summit 2026, di Jakarta.

Peningkatan penggunaan AI di bidang keamanan siber juga diikuti dengan munculnya ancaman baru. Berdasarkan studi International Information System Security Certification Consortium (ISC2) 2025 yang dikutip dari Antara, sebanyak 47 persen organisasi bisnis secara global telah menempatkan pelatihan AI untuk keamanan siber sebagai salah satu perhatian mereka.

Di sisi lain, teknologi AI juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan serangan siber. Sebanyak 40 persen organisasi bisnis secara global dilaporkan pernah mengalami kerugian akibat serangan siber yang ditimbulkan oleh AI, termasuk deepfake dan penipuan identitas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Evgeniya menilai bahwa pemahaman manusia terhadap cara kerja AI menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman tersebut.

“Jika model AI kini sudah bisa melancarkan penyerangan siber, maka manusia yang melawannya harus memahami cara kerja dari model AI itu,” ujarnya.

(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....