Kreator Muda Dorong Aksi Positif Melalui Konten Media Sosial
- 20 Agt 2026 11:02 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kreator konten muda memanfaatkan media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi sebagai alat untuk mendorong aksi positif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
- Jerhemy Owen, Elsa Novia Sena, dan Hendri Alejandro adalah contoh kreator konten yang mengubah gerakan digital menjadi kegiatan nyata, termasuk program penanaman pohon berkelanjutan.
- Gerakan yang dimulai dari media sosial telah berkembang menjadi inisiatif konkret di bidang lingkungan, budaya, dan pengembangan produk lokal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Media sosial kini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan berbagi informasi, tetapi juga dimanfaatkan generasi muda untuk mendorong berbagai aksi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kreator konten muda memanfaatkan platform digital untuk mengajak masyarakat berkontribusi dalam bidang lingkungan, budaya, hingga pengembangan produk lokal.
Adapun kreator konten muda, Jerhemy Owen, Elsa Novia Sena, dan Hendri Alejandro memanfaatkan media sosial untuk mendorong aksi nyata yang berdampak positif bagi masyarakat. Dilansir dari Antara, Jerhemy Owen menyampaikan sejumlah gerakan yang awalnya dilakukan melalui media sosial, kemudian berkembang menjadi kegiatan nyata, khususnya dalam bidang lingkungan. Salah satunya melalui program penanaman pohon yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Beberapa program-program yang mungkin saya sudah kerjain adalah di sosial media, yang pertama-tama itu ada Wenanam, di mana kami menanam pohon tahun lalu, dan juga tahun ini,” kata Jerhemy, Selasa 19 Agustus 2026.
Selain penanaman pohon, Jerhemy juga mengembangkan program yang berkaitan dengan penyediaan akses air bersih dan pembangunan sekolah di daerah yang membutuhkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat terlibat dalam kegiatan sosial secara langsung.
Sementara itu, kreator konten bidang sejarah, budaya dan pariwisata, Elsa Novia Sena, memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan budaya Tionghoa Cina Benteng di Tangerang. Konten yang dibuatnya di TikTok kemudian berkembang menjadi kegiatan tur edukasi yang dikenal dengan nama Benteng Walking Tour.
“Gara-gara saya buat konten di TikTok, saya membuat tur budaya Tionghoa, namanya Benteng Walking Tour,” ujar Elsa.
Menurutnya, kegiatan tersebut bahkan telah menarik peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara, seperti Malaysia, Belanda, Jepang, dan China. Hal ini memperlihatkan bahwa konten digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Di sisi lain, Hendri Alejandro memanfaatkan platform perdagangan daring untuk membantu memasarkan produk konveksi dari Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Melalui kegiatan seperti live shopping, produk lokal dapat menjangkau konsumen secara lebih luas sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha daerah.
Pemanfaatan media sosial oleh para kreator muda tersebut menunjukkan bahwa platform digital memiliki potensi besar untuk menghasilkan aksi nyata. Konten yang dibuat tidak hanya berhenti pada interaksi di ruang digital, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, pelestarian budaya, dan perekonomian lokal.
Kreator muda juga memiliki peran penting dalam mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara lebih produktif. Dengan kreativitas dan kemampuan menjangkau audiens yang luas, media sosial dapat menjadi sarana untuk menyebarkan gagasan positif sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan berdampak.
(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....