Indonesia Technology & Innovation, Wujudkan Bangsa Cerdas Melalui Inovasi AI
- 11 Agt 2026 17:46 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pameran inovasi teknologi, Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026 resmi dibuka hingga 13 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, investor, inovator, akademisi, serta penyedia solusi teknologi untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong pembangunan ekosistem digital Indonesia dari hulu hingga hilir.
INTI 2026 diselenggarakan dengan dukungan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia sebagai Official Institutional Partner. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara dunia usaha, pemerintah, asosiasi, dan pelaku teknologi dalam membangun ekosistem digital sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional.
Event berskala internasional ini menghadirkan 952 exhibitor dan peserta dari 8 negara yang menampilkan berbagai inovasi, teknologi, dan solusi bagi kebutuhan industri. INTI 2026 menargetkan kehadiran 30.000 pengunjung dari 20 negara, memperkuat posisinya sebagai salah satu platform pertemuan industri teknologi berskala internasional di Indonesia.
“Melalui berbagai sektor teknologi, mulai dari telko, AI, data center, cybersecurity, IoT, robotics, semiconductor, smart mobility, drone technology hingga smart manufacturing, kami berharap INTI dapat menjadi tempat lahirnya ide baru, inovasi baru, kemitraan baru, dan peluang investasi baru,” ucap Hendri Bunardy, Director CNG Trade & Event, dalam sambutannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Partisipasi internasional juga diperkuat melalui delapan international group/country participation, yakni China, India, Taiwan, Malaysia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Kehadiran berbagai negara tersebut membuka peluang pertukaran teknologi, investasi, kemitraan bisnis, serta kolaborasi antara perusahaan nasional dan global.
Hendri menjelaskan, pameran berlangsung di area seluas 13.000 meter persegi, menghadirkan berbagai solusi teknologi yang merepresentasikan perkembangan ekosistem digital dan industri Indonesia.
“Dari seluruh peserta, sekitar 45% menghadirkan produk dalam negeri yang telah tersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini menunjukkan kontribusi industri dalam negeri yang semakin penting dalam membangun kapasitas teknologi dan memperkuat daya saing nasional,” katanya.
INTI 2026 menghadirkan 15 sektor teknologi strategis yang membentuk rantai ekosistem digital dari hulu hingga hilir, yaitu 5G, Internet & Satellite, Data Center, Cloud Computing & Data Storage, Artificial Intelligence (AI), Cybersecurity & Data Protection, Internet of Things (IoT), Smart City Fintech, Digital Banking & Blockchain, Digital Health & MedTech, Electronics, Components & Semiconductor, Robotics & Automation, Smart Mobility, Drone Technology & Autonomous, Smart Manufacturing Technology Startup & Innovation serta Digital Talent & Education.
Hendri menyampaikan, keterhubungan berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan pembangunan konektivitas, tetapi juga bagaimana infrastruktur digital dapat menjadi fondasi bagi pemanfaatan teknologi di berbagai sektor industri. Mulai dari basic connectivity, pengelolaan dan pemrosesan data, pemanfaatan AI dan IoT, keamanan digital, hingga penerapan robotika, drone, elektronik, dan teknologi manufaktur.
“Melalui pendekatan tersebut, INTI 2026 mendorong terbentuknya ekosistem teknologi yang saling terintegrasi. KADIN Indonesia turut mengiringi perjalanan tersebut, dari penguatan basic connectivity sebagai fondasi hingga pengembangan smart manufacturing, sehingga teknologi digital dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap produktivitas dan pembangunan industri nasional,’ ucapnya.
Firlie Ganinduto, Kepala Badan Ekosistem Digital, KADIN Indonesia dalam sambutannya mengatakan kemitraan KADIN Indonesia dengan INTI dapat membantu memenuhi kebutuhan industri.
“Tahun ini, KADIN Indonesia hadir sebagai official institutional partner, dan bagi kami, kemitraan ini relevan karena dunia usaha bukan hanya menampilkan teknologi, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri, arah kebijakan pemerintah, dan inovasi yang dapat benar-benar diterapkan,” ujar Firlie.
Artificial Intelligence menjadi salah satu teknologi penting dalam perkembangan ekosistem digital saat ini. Penerapan AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas layanan, serta kemampuan industri dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
Dalam konteks pembangunan nasional, pengembangan AI perlu berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur, keamanan data, sumber daya manusia, serta kemampuan industri dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi. Karena itu, kehadiran AI Experience di INTI 2026 tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan berbagai sektor lain dalam ekosistem teknologi.
“Pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya industri Indonesia yang semakin cerdas, efisien, inovatif, dan memiliki daya saing global,” kata Firlie.
INTI 2026 diharapkan dapat turut mewujudkan tujuan Indonesia dalam membangun ekosistem digital yang kuat sekaligus memperkuat fondasi industri nasional. Melalui pertemuan antara perusahaan teknologi, pemerintah, asosiasi, investor, akademisi, startup, dan pelaku industri, pameran ini membuka ruang untuk membangun kerja sama, investasi, pertukaran pengetahuan, serta implementasi solusi teknologi secara lebih luas.
Lebih dari sekadar pameran, INTI 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan teknologi dengan kebutuhan industri. Kehadiran peserta nasional dan internasional diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, membuka peluang bisnis baru, serta memperkuat keterhubungan industri Indonesia dengan rantai teknologi global.
Dengan menghubungkan basic connectivity, infrastruktur digital, AI, keamanan siber, IoT, hingga smart manufacturing, INTI 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun Indonesia yang semakin kuat di bidang teknologi dan industri, sekaligus mewujudkan ekosistem digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....