Dua Dekade, Indofood Riset Nugraha Dukung Peneliti Muda Hasilkan Inovasi Pangan

  • 19 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting bahwa kemajuan bangsa ikut ditentukan oleh semangat dan kualitas generasi mudanya. Momentum ini menjadi pendorong bagi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) untuk turut berperan aktif menghadirkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia Indonesia, salah satunya Program Indofood Riset Nugraha (IRN).

Tahun ini, program bantuan riset bagi mahasiswa S1 untuk menggali potensi pengembangan produk pangan fungsional dengan berbasis kearifan lokal masyarakat yang kaya dan beragam memasuki dua dasawarsa. Sebuah wujud komitmen yang konsisten dalam mendukung tumbuhnya generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, berkualitas, untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.

“Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap, IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur yang inovatif, yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal kita menjadi solusi dan peluang usaha yang berdampak,” ujar Stefanus Indrayana, Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Selama dua dekade pelaksanaannya, Program Indofood Riset Nugraha telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih 200 universitas serta perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN menyampaikan bahwa generasi muda, termasuk para peneliti muda, adalah motor penggerak utama dalam menjawab kompleksitas tantangan masa depan Indonesia. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, diperlukan generasi peneliti yang tidak hanya cerdas secara akademi, tapi berani untuk bereksplorasi dan berinovasi, terutama dalam mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal guna melahirkan solusi masa depan.

“Disinilah IRN hadir, bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga turut membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani dan inovatif, serta mendorong mahasiswa untuk berjejaring dan selalu mengembangkan kapasitasnya, agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Selain bantuan dana penelitian, konsistensi pelaksanaan IRN selama 20 tahun juga ditopang oleh dukungan tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Para pakar dari bidang teknologi pangan, sosial ekonomi, pertanian, peternakan, gizi dan kesehatan, perikanan dan kelautan, genetika dan bioteknologi molekuler hingga praktisi industri terlibat aktif memberikan pendampingan, mulai dari proses seleksi proposal penelitian, bimbingan, hingga penilaian hasil riset mahasiswa.

Disamping itu, para peserta IRN juga dibekali dengan pelatihan-pelatihan soft skill yang diperlukan khususnya untuk membangun karakter peneliti muda yang unggul dan tangguh.

Dedikasi IRN dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset juga mendapat pengakuan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa penghargaan yang pernah diraih diantaranya: Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia, Penghargaan Peduli Pendidikan Kemendikbud RI 2011, hingga penghargaan Tempo untuk The Best CEO Outstanding Support for Student Academic Research bagi CEO Indofood, pada tahun 2024.

Program Indofood Riest Nugraha hadir membawa semangat kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri dan dunia akademik. Stefanus Indrayana mengatakan, sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, Indofood memandang kolaborasi dengan dunia akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem riset yang kredibel dan berkelanjutan.

Dalam dua dekade pelaksanaannya, IRN konsisten mengangkat tema-tema penelitian yang relevan dengan masa depan pangan Indonesia. Salah satunya adalah “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal”, sejalan dengan besarnya potensi sumber daya pangan Indonesia yang masih dapat terus dikembangkan melalui inovasi berbasis riset.

“Indonesia dianugerahi kekayaan pangan lokal dan pangan fungsional yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang yang memberikan dampak ganda: meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” kata Prof. Purwiyatno Hariyadi.

Selama 20 tahun perjalanannya, program ini juga berhasil membangun jejaring alumni lintas generasi dan lintas daerah yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari peneliti, profesional, akademisi, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan. Kiprah para alumni tersebut menjadi representasi nyata dampak IRN dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN angkatan 2004 yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB dan seeorang peneliti, menyebut bahwa IRN menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir yang kritis. “Pengalaman saya dengan IRN ikut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kristis, sistematis dan selalu mengedepankan semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” ucapnya.

Senada dengan itu, Mariska Priscilla, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, menilai pendampingan bersama tim pakar selama IRN membentuk pola pikir yang lebih solutif, dimana riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat.

Kiprah para alumi IRN meluas hingga mancanegara, salah satunya Ratu Salsabila Astrakusuma, alumni IRN angkatan 2023 yang saat ini tengah meneruskan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis. “IRN memberikan fondasi keberanian bagi saya untuk mengembangkan berbagai potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing,” ujar Ratu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....