Pembangunan Pertanian Modern, Perkuat SDM menuju Swasembada Nasional

  • 26 Jul 2026 14:26 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi pertanian sebagai upaya memperkuat produktivitas, mendorong modernisasi sektor pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) kembali menggelar Millenial Agriculture Forum Vol.7 Edisi 30, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi civitas akademika, mahasiswa serta generasi muda pertanian mengangkat tema "Teknologi Pertanian Mendukung Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS)".

Forum menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, diantaranya Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Indrastuti Apri Rumanti dan Manager Brigade Pangan Mekar Sari Kabupaten Bangka Selatan, Migo Dori.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan pertanian modern harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu menguasai inovasi dan teknologi. Menurutnya, peningkatan produktivitas dan percepatan sepuas pada pangan tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna.

"Pemanfaatan teknologi pertanian harus diperkuat agar mampu meningkatkan produktivitas dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional," ujar Mentan Andi Amran Sulaiman

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa transformasi pertanian memerlukan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kompetensi menghadapi tantangan pertanian masa depan.

"Millennial Agriculture Forum menjadi ruang belajar strategis bagi mahasiswa dan generasi muda pertanian untuk memahami perkembangan teknologi pertanian sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai SDM pertanian yang profesional dan inovatif," kata Idha.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, riset, pemerintah, dan dunia usaha dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia berbasis teknologi.

Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis praktik, memperluas kolaborasi dengan dunia industri dan lembaga riset, serta mendorong mahasiswa untuk menguasai teknologi pertanian modern sebagai bekal menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan.

Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi harus mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan siap mendukung percepatan program prioritas Kementerian Pertanian, termasuk Program Makan Bergizi Gratis melalui Akselerasi Swasembada (PM-AAS) serta pencapaian swasembada pangan nasional.

Direktur PEPI, Harmanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan Millennial Agriculture Forum merupakan bagian dari komitmen PEPI dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

"Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan berbagai inovasi teknologi seperti mekanisasi pertanian, digitalisasi, Internet of Things (IoT), hingga smart farming. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, lembaga riset, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan," ucapnya.

Dalam paparannya, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Indrastuti Apri Rumanti menyampaikan materi mengenai perkembangan inovasi teknologi di bidang tanaman pangan dan kontribusinya dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Ia menekankan bahwa inovasi teknologi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, efisiensi budidaya, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Sementara, Manager Brigade Pangan Mekar Sari Kabupaten Bangka Selatan, Migo Dori membahas implementasi teknologi pertanian di tingkat lapangan melalui pemberdayaan petani dan penerapan mekanisasi pertanian. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas lahan, serta memperkuat daya saing petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian modern.

Kegiatan Millennial Agriculture Forum Vol. 7 Edisi 30 berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian. Forum ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan teknologi pertanian sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung tercapainya swasembada pangan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....