Fakultas Teknik UI Hadirkan Teknologi XPS Berstandar Global
- 22 Apr 2026 15:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Indonesia terus memperkuat kapasitas riset unggulannya melalui terobosan baru di bidang teknologi material dan energi. Kali ini, Fakultas Teknik UI (FTUI) menghadirkan instrumen canggih X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS), yang menempatkan UI sebagai salah satu dari hanya tiga institusi di Indonesia yang memiliki teknologi tersebut.
Selain UI, dua institusi lain yang telah memiliki teknologi XPS adalah Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran alat ini mempertegas posisi UI dalam jajaran kampus dengan fasilitas riset berteknologi tinggi di Tanah Air.
Instrumen XPS tersebut diperoleh melalui hibah Program Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Rencananya, alat ini akan dioperasikan di Analytical Laboratory yang merupakan bagian dari Energy Transition Laboratory (ETL) FTUI.
| Baca juga: Kenapa Lagu Bisa Terdengar “Nendang”? |
Dekan FTUI Kemas Ridwan Kurniawan menyatakan bahwa kehadiran XPS menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset di lingkungan fakultas. “Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kedalaman dan kualitas penelitian di bidang material dan energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra industri dan akademisi, baik nasional maupun global,” ujar Kemas, di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Lebih lanjut Kemas menjelaskan, XPS merupakan instrumen berbasis efek fotolistrik yang digunakan untuk menganalisis komposisi unsur, kondisi kimia, hingga struktur elektronik pada permukaan material. Dengan memanfaatkan radiasi sinar-X, alat ini mampu mengukur energi elektron yang terpancar untuk mengidentifikasi karakteristik unik dari setiap unsur secara presisi tinggi.
“Keunggulan XPS terletak pada kemampuannya menganalisis hingga kedalaman beberapa nanometer, sehingga sangat penting dalam pengujian berbagai jenis material seperti logam, semikonduktor, polimer, hingga nanomaterial dan katalis. Teknologi ini dinilai sangat relevan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan, perangkat elektronik masa depan, serta inovasi material maju lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium ETL Hasbi Priadi menambahkan bahwa kehadiran XPS akan menjadi katalisator bagi riset unggulan FTUI. Ia menilai teknologi ini mampu menghadirkan solusi berbasis riset untuk kebutuhan industri, khususnya dalam analisis kimia permukaan yang presisi dan komprehensif.
Menurutnya manfaat XPS juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengembangan teknologi yang digunakan sehari-hari. Mulai dari peningkatan kualitas baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, pengembangan perangkat elektronik yang lebih efisien, hingga inovasi material ramah lingkungan untuk pengolahan limbah dan pengendalian polusi.
“Di sektor industri, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk memastikan kualitas dan keandalan produk, sehingga berkontribusi pada peningkatan daya saing industri nasional. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri akan teknologi analisis material yang semakin presisi dan terstandar,” ujarnya.
Kehadiran XPS menjadi tonggak penting bagi UI dalam membangun ekosistem riset yang unggul dan inovatif. Dengan fasilitas ini, UI diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia, sekaligus berperan aktif dalam mendukung transformasi energi, inovasi material, dan peningkatan daya saing bangsa di kancah global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....