Stella Christie: Kuasai AI Demi Pembangunan di Indonesia

  • 16 Apr 2026 12:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mendorong pengembangan pengetahuan, investasi, dan infrastruktur secara tepat guna sebagai strategi untuk mengejar kesenjangan Indonesia dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan keynote speech di Innovation, Data, and Economy (IDE) Katadata Future Forum 2026, pada sesi bertema "The Human Brain in the Age of Artificial Intelligence".

Dalam paparannya, Wamen Stella menjelaskan bahwa penguasaan AI saat ini masih didominasi oleh negara-negara maju, baik dari sisi pengetahuan, investasi, maupun infrastruktur. Dominasi tersebut terlihat dari produksi publikasi ilmiah dan paten di bidang AI, sehingga menciptakan kesenjangan yang signifikan bagi Indonesia.

Dilansir dari kemdiktisaintek.go.id, Kamis, 16 April 2026, Wamen Stella manyampaikan langkah awal untuk mengejar ketertinggalan adalah memahami kondisi tersebut secara objektif berbasis data.

"Saat kita mengalami kesenjangan, kita harus lihat kenyataan berdasarkan data. Asah kemampuan yang tepat dan terspesialisasi, investasi kepada hal-hal yang mendukung jawaban dari apa yang dibutuhkan Indonesia, dan bangun infrastruktur di negara sendiri setelah memiliki sumber daya yang dibutuhkan," jelas Wamen Stella.

Dari sisi pengetahuan, Wamen Stella menekankan pentingnya Indonesia menentukan bidang spesialisasi yang menjadi kekuatan nasional. Salah satu contohnya adalah riset rumput laut, mengingat Indonesia merupakan penghasil rumput laut terbesar di dunia, sehingga spesialis ini perlu didorong pengembangannya.

Dalam aspek investasi, Kemdiktisaintek mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sektor swasta melalui pendekatan konsorsium dan kemitraan riset. Kebijakan pembiayaan riset pun ditransformasi agar tidak lagi hanya bergantung pada pemerintah, melainkan turut melibatkan sektor industri dalam menjawab kebutuhan nyata pembangunan nasional.

Sementara itu, pada aspek infrastruktur, Wamen Stella menyoroti pentingnya kemandirian dalam pengelolaan data sebagai aset strategis Indonesia. Mengingat AI hanya terdiri dari data, algoritma, dan kekuatan processing, ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sisi ketersediaan data apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk mengelolanya dengan baik dan aman di dalam negeri. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti pusat data (data center) harus mempertimbangkan kesiapan energi yang stabil, terjangkau, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Wamen Stella menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan nasional.

"AI harus kita gunakan untuk pembangunan Indonesia, bukan sebaliknya. Dengan strategi yang tepat pada pendidikan, investasi, dan infrastruktur, kita dapat memperkecil kesenjangan dan meningkatkan daya saing bangsa," pungkasnya.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....