Mengenal Spesies Ngengat Baru Endemik Indonesia, Hidup di Hutan Papua dan Sulawesi
- 05 Mar 2026 20:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dua peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah berhasil mengidentifikasi dua spesies ngengat baru endemik Indonesia. Temuan tersebut dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul Description of two new endemic species of the closely related genera, Glyphodella and Chabulina from Indonesia di jurnal Raffles Bulletin of Zoology edisi Februari 2026.
Dua spesies itu adalah Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis. Nama fojaensis pada spesies pertama merujuk pada Pegunungan Foja, hutan tropis primer di Papua yang menjadi habitat alaminya. Sementara spesies kedua mendiami hutan tropis sekunder di wilayah Sulawesi.
Hari dan Rosichon melakukan eksplorasi di hutan Papua dan Sulawesi selama 15 tahun, sejak 2002 hingga 2017. Mereka juga menelaah koleksi spesimen Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Bogor secara kritis untuk mengungkap dua spesies ngengat itu.
Sepintas, kedua kedua ngengat ini tampak mirip dengan spesies lain dalam kelompok ngengat famili Crambidae. Namun melalui pengamatan lensa mikroskop diseksi, para peneliti menemukan perbedaan pada bentuk sayap dan struktur genitalia yang menandakan keduanya merupakan spesies baru.
“Glyphodella fojaensis memiliki sayap depan sekitar 6 milimeter dengan warna dasar putih kusam. Spesies ini ditandai oleh bercak kuning melingkar pada sayap depan serta memiliki frons (dahi) yang miring dan kepala berwarna putih,” kata Hari dan Rosichon dalam artikel ilmiah, dikutip pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kombinasi struktur genitalia (uncus, valva, aedeagus, dan saccus) yang dimiliki Glyphodella fojaensis juga membedekan spesies tersebut dari yang sudah ada di kawasan Afrotropika, wilayah biogeografi di Afrika dan sekitarnya.
“[Sementara itu] Chabulina celebesensis memiliki sayap depan dengan warna dasar putih pucat yang dihiasi pola kecokelatan. Pola pada sayap membentuk garis dan bercak kuning. Struktur genitalia jantan menunjukkan bentuk valva yang ramping serta aedeagus yang memanjang,” ujar Hari dan Rosichon.
Kedua peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN itu juga menjelaskan kedua ngengat itu memiliki perilaku hewan yang aktif mencari makan dan beraktivitas pada malam hari. “[Kedua spesies baru itu,] ngengat dewasa berperilaku nocturnal,” kata mereka.
Glyphodella fojaensis merupakan satu-satunya spesies genus Glyphodella yang diketahui hidup di wilayah Indonesia (Pegunungan Foja, Papua). Sementara Chabulina celebesensis menjadi spesies ketiga dalam genus Chabulina yang diketahui hidup di Sulawesi.
Sifatnya yang endemik itu mungkin juga menjadi ancaman bagi keberadaannya, karena habitat alami yang terbatas membuatnya rentan terhadap deforestasi dan degradasi habitat. Padahal, penemuan dua spesies baru ini membantu ilmuwan memahami evolusi ngengat di wilayah tropis seperti Indonesia sekaligus menambah catatan keanekaragaman serangga nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....