Bukan Kebetulan, Semua Versi WordPress Terinspirasi Musisi Jazz

  • 07 Jun 2026 15:17 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Setiap versi utama WordPress sejak tahun 2004 selalu menggunakan nama musisi jazz legendaris, dimulai dari "Miles" yang terinspirasi dari Miles Davis.
  • Pendiri WordPress, Matt Mullenweg, memilih nama-nama musisi jazz karena menganggap jazz dan open source sama-sama mengedepankan kreativitas, kolaborasi, dan kebebasan berinovasi.
  • Pada Mei 2026, WordPress merilis versi 7.0 "Armstrong" sebagai penghormatan kepada Louis Armstrong, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah musik jazz dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Banyak orang mengenal WordPress sebagai platform yang digunakan untuk membuat website, blog, hingga portal berita. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik sistem yang menggerakkan lebih dari 40 persen website di dunia itu, tersimpan kisah menarik yang berkaitan erat dengan musik jazz.

Fakta unik tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program JazzyVibes, acara spesial di RRI Jazz Channel yang hadir setiap Sabtu pukul 21.00 hingga 24.00 WIB bersama penyiar Lia Kusumawardani. Program ini dapat dinikmati melalui aplikasi RRI Digital maupun frekuensi 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta.

Dalam edisi Sabtu, 6 Juni 2026, JazzyVibes mengajak pendengarnya menelusuri hubungan tak terduga antara teknologi dan jazz melalui kisah di balik penamaan versi-versi WordPress.

Penamaan versi Worpress berdasarkan nama musisi Jazz dimulai sejak tahun 2004 (Ilustrasi: RRI)

Ternyata sejak tahun 2004, setiap versi utama WordPress selalu diberi nama berdasarkan nama musisi jazz legendaris. Tradisi ini dimulai ketika WordPress merilis versi 1.0 dengan nama "Miles", sebagai penghormatan kepada Miles Davis, trompetis sekaligus salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah jazz modern.

Tradisi tersebut kemudian terus berlanjut dari satu versi ke versi berikutnya.

Ada nama "Duke" yang diambil dari Duke Ellington, pianis dan komponis yang banyak membentuk perkembangan jazz abad ke-20. Kemudian muncul "Thelonious", penghormatan untuk Thelonious Monk yang dikenal sebagai salah satu pelopor aliran bebop.

WordPress juga pernah merilis versi "Benny", merujuk pada Benny Goodman yang mendapat julukan "King of Swing". Sementara pada tahun-tahun berikutnya muncul berbagai nama lain yang diambil dari musisi jazz dunia.

Salah satu yang cukup menarik adalah versi "Arturo", yang terinspirasi dari Arturo O'Farrill, pianis dan komponis jazz Latin peraih berbagai penghargaan Grammy.

Tradisi itu masih terus dipertahankan hingga saat ini. Pada Mei 2026, WordPress resmi memperkenalkan versi 7.0 yang diberi nama "Armstrong", sebagai penghormatan kepada Louis Armstrong.

Bagi pecinta jazz, nama Louis Armstrong tentu tidak asing. Musisi asal Amerika Serikat tersebut dikenal sebagai salah satu figur paling penting dalam sejarah jazz dunia. Permainan trumpet-nya yang khas serta lagu-lagu ikonik seperti What a Wonderful World menjadikannya sosok yang dikenang lintas generasi.

Lalu mengapa WordPress memilih nama-nama musisi jazz?

Jawabannya berkaitan dengan salah satu pendiri WordPress, Matt Mullenweg. Ia dikenal sebagai penggemar berat musik jazz dan percaya bahwa jazz memiliki filosofi yang sejalan dengan konsep perangkat lunak open source.

Dalam jazz, musisi diberikan ruang untuk berimprovisasi, berkolaborasi, dan menciptakan sesuatu yang baru tanpa kehilangan fondasi dasarnya. Nilai yang sama juga menjadi semangat komunitas WordPress yang dikembangkan secara terbuka oleh para kontributor dari berbagai negara.

Karena itulah WordPress tidak menggunakan nama hewan, planet, atau kode teknis yang rumit untuk setiap versinya. Sebaliknya, mereka memilih nama musisi jazz sebagai bentuk penghormatan kepada para seniman yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan budaya dunia.

Jadi, jika suatu hari Anda melihat pembaruan WordPress dengan nama yang terdengar seperti musisi jazz, itu memang bukan kebetulan. Di balik setiap versi WordPress, tersimpan warisan para legenda jazz yang terus hidup dan dikenang oleh jutaan pengguna internet di seluruh dunia.

Dan bagi pendengar JazzyVibes, kisah ini menjadi pengingat bahwa pengaruh jazz ternyata tidak hanya terdengar melalui musik, tetapi juga dapat ditemukan di dunia teknologi yang kita gunakan setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....