Prof Umaimah: Media Berperan Bentuk Literasi Politik Masyarakat
- 03 Feb 2026 15:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Komunikasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat.
Di tengah transformasi media digital, masyarakat banyak belajar politik melalui media, sehingga pesan politik yang disampaikan memiliki dampak besar terhadap cara berpikir dan bersikap public.
“Tantangan hari ini adalah bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara sehat, agar masyarakat semakin kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab,” ujar Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si., usai pengukuhan gelar Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik bersama Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa, di Auditorium Grha Mahardika Bujana Budi Luhur University, Selasa 3 Februari 2026.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Umaimah turut menyampaikan orasinya yang berjudul “Media Massa dan Hegemoni Negara terhadap Realitas Perempuan: Analisis Gramscian terhadap Perjuangan Gerakan Affirmative Action Kuota 30 Persen”, yang menyoroti relasi kekuasaan, media, dan perjuangan representasi perempuan dalam ruang politik.
Sementara itu, dalam bidang komunikasi massa, Prof. Dr. Dudi Iskandar menekankan pentingnya jurnalisme sebagai informasi publik yang terkonfirmasi, terklarifikasi, dan terverifikasi.
Pandangan ini tercermin dalam disertasinya berjudul “Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Grup, Media Grup, dan MNC Grup)”, yang mengkaji bagaimana media membingkai kekuasaan dan kepentingan politik dalam era konvergensi media.
“Jurnalisme harus kembali pada fungsi utamanya sebagai ruang diskusi publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi media menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi,” kata Prof. Dudi.

Pengukuhan dua Guru Besar ini menjadi momentum penting bagi Budi Luhur University dalam memperkuat kultur akademik, meningkatkan kualitas riset, serta memperluas kontribusi keilmuan di bidang komunikasi.
“Kehadiran para Guru Besar diharapkan mampu mendorong Budi Luhur University menjadi pusat kajian komunikasi yang kritis, beretika, dan berorientasi pada kepentingan public,” ucap Rektor BLU, Prof. Agus Setyo Budi.
Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kontribusi keilmuan yang semakin bermakna bagi Budi Luhur University, masyarakat, dan bangsa. Hal ini juga menandai penguatan peran kampus dalam pengembangan ilmu komunikasi yang relevan dengan tantangan demokrasi dan masyarakat di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....