Disrupsi Digital Ubah Strategi Penyiaran dan Pendidikan Media
- 24 Des 2025 06:44 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Disrupsi digital mengubah pola konsumsi media dan mendorong industri penyiaran beralih ke konten berbasis kualitas dan kustomisasi. Kondisi ini menuntut lembaga penyiaran dan pendidikan menata ulang strategi agar tetap relevan dan dipercaya publik.
Ketua Sekolah Tinggi Multimedia atau STMM R.M. Agung Harimurti mengatakan perubahan lanskap media merupakan keniscayaan seiring digitalisasi yang menghilangkan ketergantungan publik pada jam tayang siaran. Publik kini dapat mengakses konten kapan saja selama tersedia koneksi internet.
Kepala Lembaga Penyiaran Publik atau LPP RRI Jakarta Mochamad Bugi Hidayat (kiri) bersama Ketua Sekolah Tinggi Multimedia R.M. Agung Harimurti (kanan) usai audiensi membahas penguatan SDM penyiaran di era disrupsi digital, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). (Foto: RRI/Setyo Agung)Hal tersebut disampaikannya usai audiensi dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia atau RRI Jakarta di ruang rapat lantai 6 Gedung RRI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa 23 Desember 2025. Pertemuan membahas tantangan dan peluang pengembangan SDM penyiaran di era digital.
“Pola media dan komunikasi sekarang berbasis kustomisasi, sehingga lembaga pendidikan dan industri harus terus melakukan penyesuaian strategi agar mampu melayani publik secara cerdas dan sehat,” ujar Agung.
Ia menekankan lembaga pendidikan penyiaran dan multimedia perlu mencetak Sumber Daya Manusia atau SDM yang adaptif terhadap logika digital. SDM dituntut memahami prinsip kustomisasi, kolaborasi, kualitas konten, serta membangun kepercayaan publik.
“Kita harus memahami logika industri digital yang berbasis kustomisasi, kualitas, kolaborasi, dan kepercayaan. Itu menjadi kunci dalam ekosistem media saat ini,” kata Agung.
Salah satu upaya peningkatan kompetensi dilakukan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL yang diselenggarakan STMM. Program ini memungkinkan pekerja media menyetarakan pengalaman kerja dan pembelajaran nonformal dengan kualifikasi akademik.
Kepala Lembaga Penyiaran Publik atau LPP RRI Jakarta Mochamad Bugi Hidayat menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah strategis penguatan kapasitas angkasawan. Menurutnya, peningkatan kompetensi penting agar insan penyiaran tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan industri media.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....