Mahasiswa Internasional yang Wisuda di President University Meningkat
- 23 Des 2025 16:19 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : President University (Presuniv) menggelar wisuda ke-20 di kawasan Kota Jababeka, Cikarang Bekasi. Dari 1.644 mahasiswa yang menjalani proses wisuda, 74 orang diantaranya berasal dari luar negeri, antara lain Amerika Serikat, China, Fiji, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Palestina, Sri Lanka, Timor Leste dan Vietnam.
Rektor President University, Handa S. Abidin, S.H,. LLM,. Ph.D mengatakan, jumlah mahasiswa internasional yang diusulkan ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Welcome to the most International university in Indonesia," ujar Handa S. Abidin dalam keterangan resminya, Selasa (23/12/2025) saat sambutan pembukaan wisuda ke-21 President University.

Pelaksanaan wisuda ke-21 ini dilakukan dalam bahasa Inggris dan menegaskan posisi President University sebagai salah satu upacara wisuda paling internasional di Indonesia.
"Sidang Senat Terbuka ini dihadiri oleh jajaran duta besae untuk Indonesia, perwakilan pemerintah dan organisasi internasional," katanya
Menurut Handa, kekuatan para wisudawan terletak pada kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris yang dilatih setiap hari, kepercayaan diri yang tumbuh dari pengembangan kemampuan individu mereka, hingga sikap saling menghargai yang timbul di lingkungan yang beragam.
"Semua hal ini dapat saat belajar di kampus Dan inilah kekuatan mahasiswa untuk meniti karir global," ucap Handa.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menyampaikan, sebagai seorang individu yang telah lulus dari President University sekitar 20
tahun yang lalu, melihat begitu banyak mahasiswa yang diwisuda, semakin yakin bahwa memilih kuliah di President University 20 tahun yang lalu adalah keputusan yang tepat.
"Inilah tempat di mana saya mendapatkan fondasi untuk menjadi diri saya yang sekarang" ujar Irene Umar alumni Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis, Presuniv yang lulus pada tahun 2008.

Dyah, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, menegaskan bahwa capaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari ketangguhan dan dorongan untuk terus melangkah maju. Menurutnya, tidak menjadi persoalan apabila seseorang belum mengetahui secara pasti ingin menjadi apa.
“Selama kita tetap setia pada tujuan, kita akan menemukan arah kita,” katanya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan pesannya melalui tayangan video. Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan konsistensi dalam setiap peran yang dijalani. Menurutnya, setiap tugas memiliki arti, baik besar maupun kecil, disorot maupun tidak.
Ia menjelaskan, upaya untuk memberikan yang terbaik tetap penting, bukan karena tuntutan dunia, melainkan karena proses tersebut berperan dalam membentuk karakter dan kualitas pribadi.
“Tetaplah terbuka dan terus melangkah maju,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, mengatakan, dari 420 perguruan tinggi yang masuk wilayahnya, hanya 19 perguruan tinggi yang terakreditasi Unggul, dan President University merupakan salah satunya.
"President University juga telah masuk dalam pemeringkatan universitas kelas dunia, seperti QS dan Times Higher Education (THE)," ujar Lukman.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Lukman juga menyerahkan Surat Keputusan Guru Besar kepada dua dosen President University, yaitu Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. di bidang Manajemen Pemasaran dan Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M. di bidang Manajemen Strategi. Dengan penetapan tersebut, saat ini President University memiliki total 12 profesor.
Diharapkan, dengan lahirnya dua guru besar ini, semakin banyak dosen President University yang terdorong untuk menyusul dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan dunia akademik di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....