Ketua DPRD DKI Soroti Maraknya Kebakaran
- 12 Jun 2026 22:00 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus kebakaran meningkat di sejumlah wilayah Jakarta, termasuk terjadi kemarin malam di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal itu menjadi pengingat, pentingnya penguatan langkah pencegahan kebakaran di Ibu Kota.
Di tengah pesatnya pembangunan dan tingginya aktivitas masyarakat, pengawasan terhadap Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bangunan, dinilai perlu diperkuat, terutama pada gedung usaha, gudang, apartemen, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, edukasi keselamatan listrik, dan kesiapan sarana proteksi kebakaran, juga perlu menjadi perhatian bersama.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dalam setiap aktivitas pembangunan dan pengelolaan bangunan. "Pengawasan ketat terhadap SLF, akan mendorong pengelola gedung memperhatikan, dan memastikan seluruh sistem keselamatan gedung berfungsi dengan baik, dan benar-benar mampu melindungi masyarakat saat keadaan darurat terjadi," ujar Suhud, Jum’at, 12 Juni 2026.
Menurutnya, banyak kasus kebakaran masih dipicu oleh faktor, yang sebenarnya dapat dicegah. Seperti instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kurangnya perawatan bangunan, hingga minimnya kesiapan alat pemadam kebakaran dan jalur evakuasi.
Karena itu, Suhud mendorong adanya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, khususnya di kawasan padat penduduk dan bangunan dengan aktivitas tinggi. Ia menilai, upaya pencegahan harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, PLN, pengelola gedung, hingga masyarakat.
“Pencegahan jauh lebih murah, daripada penanganan setelah musibah terjadi. Edukasi keselamatan, pengecekan instalasi listrik, dan kesiapan sarana proteksi kebakaran, harus menjadi gerakan bersama,” kata Suhud.
Ia juga menekankan, pentingnya membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat. Kesadaran terhadap risiko kebakaran, katanya, harus dimulai dari lingkungan terkecil, baik di rumah tinggal, sekolah, tempat usaha, maupun fasilitas publik.
“Kita ingin Jakarta menjadi kota yang aman. Bukan hanya dari sisi pembangunan, tetapi juga dari sisi perlindungan warganya. Keselamatan harus menjadi budaya, bukan sekadar aturan,” katanya.
Suhud optimistis, risiko kebakaran dapat ditekan, apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran yang sama. Yakni menjaga keamanan lingkungan, dan menerapkan standar keselamatan secara konsisten.
“Jika semua pihak bergerak bersama, saya yakin risiko kebakaran dapat diminimalkan. Dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman, nyaman, dan tenang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....