Justin PSI Sebut Motif Ekonomi Penyebab Pencurian Motor
- 16 Mei 2026 20:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 lalu, terjadi pencurian motor di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) di siang hari. Pencurian itu dilakukan oleh 2 orang terduga pelaku, yang menggunakan pakaian dan helm berwarna hitam.
Bahkan, para terduga pelaku juga menggunakan senjata api saat melaksanakan aksinya. Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, menilai permasalahan kriminal semacam itu tidak lepas dari isu ekonomi, pendidikan, dan kependudukan.
“Semakin maraknya fenomena maling motor ini tidak lepas dari motif ekonomi. Ini tidak akan bisa selesai, kalau Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta tidak memiliki kebijakan progresif, dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kependudukan yang tepat,” ujar Justin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2026.
Justin menilai, kasus kriminalitas seperti itu merupakan permasalahan kompleks, yang berkaitan juga dengan kian terbatasnya lapangan pekerjaan di Jakarta. Keterbatasan itu salah satunya disebabkan oleh tidak adanya rencana pembangunan ekonomi yang jelas.
“Perkembangan ekonomi di Jakarta ini tidak jelas. Sehingga, lapangan pekerjaannya sedikit sekali untuk menyerap warga kita. Salah satunya, berkaitan juga dengan sistem pendidikan kita, yang belum menghasilkan lulusan-lulusan dengan pengetahuan, dan pengalaman sesuai kebutuhan industri,” katanya.
Justin menyatakan, berdasarkan data situs Produk RW, diketahui bahwa 4.135.629 orang atau 41,87 persen warga Jakarta, hanya merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Padahal, perkembangan industri-industri jasa, perbankan, teknologi-teknologi tinggi, kreatif, dan lain-lain membutuhkan lulusan-lulusan pendidikan tinggi, sekurang-kurangnya Sarjana (S1) untuk dijadikan pekerjanya.
“Bayangkan, hampir separuh dari penduduk kita ini hanya lulusan SMA. Padahal, pasar kerja sudah membutuhkan lebih banyak lagi orang-orang yang sudah mengenyam pendidikan tinggi. Nah, ketika lulusan-lulusan SMA ini sulit mendapatkan pekerjaan, maka kriminalitas menjadi salah satu jalan keluar yang mereka bayangkan,” katanya.
Selain itu, keterbatasan lapangan pekerjaan adalah masuknya penduduk luar daerah ke Jakarta, atau urbanisasi yang belum dapat dikendalikan secara efektif. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta memperlihatkan, 12.766 orang datang ke Ibu Kota setelah lebaran, selama periode 25 Maret hingga 30 April 2026.
“Kemudian, masih ada tekanan puluhan ribu warga dari daerah lain, yang masuk ke Jakarta setelah lebaran kemarin. Ini menjadikan keterbatasan lapangan pekerjaan semakin parah kondisinya,” ucap Justin.
Di antara ‘pekerjaan-pekerjaan rumah’ Pemprov DKI Jakarta yang diberikan oleh Justin, adalah pembenahan kurikulum, peningkatan kapasitas pendidikan, investasi untuk melakukan perluasan ekonomi terarah. Serta memperbanyak lapangan pekerjaan, dan menghubungkan tenaga-tenaga kerja potensial, dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....