Ancaman Penyakit Seksual pada Remaja Jadi Sorotan DPRD DKI
- 17 Apr 2026 13:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi E DPRD DKI Jakarta menerima audiensi Yayasan Nurani Hati Peduli, di gedung DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Pertemuan itu membahas pencegahan penyakit menular seksual bagi remaja, termasuk penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki menilai, hal yang menyangkut kondisi generasi muda, harus menjadi perhatian serius. Terlebih, fakta hasil pemaparan Yayasan Nurani Hati Peduli, menunjukkan perhatian khusus terhadap perkembangan penyakit pada remaja.
Khususnya penyakit menular seksual dan kesehatan reproduksi. “Ini menjadi perhatian kita, karena masa depan berada di tangan generasi muda,” ujar Subki.
Subki menegaskan, akan menindaklanjuti hasil audiensi itu, melalui langkah konkret lintas perangkat daerah. “Kita mendorong Dinas Pendidikan untuk memberikan edukasi kepada siswa, terkait pentingnya isu kesehatan reproduksi,” kata Subki.
Sementara itu, Dian Hariani Salamena, konselor dari Yayasan Nurani Hati Peduli mengungkapkan temuan di lapangan, tingginya risiko penularan penyakit menular seksual. Sehingga perlu antisipasi sejak dini.
“Dari 20 orang yang kami periksa, 19 terinfeksi penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual menjadi pintu masuk HIV/AIDS, dan sering tidak disadari,” kata Dian.
Data 2024, kasus HIV/AIDS di Jakarta mencapai 37.581 orang. Usia produktif 25–49 tahun mendominasi kasus tersebut yakni kelompok remaja 15–24 tahun.
Hingga Maret 2025, tercatat 439 kasus baru pada remaja. “Melihat kondisi demikian, sangat perlu penguatan edukasi dan pencegahan sejak dini. Menekan risiko yang lebih luas,” ucap Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....