Ade Suherman Dorong Smart CCTV untuk Tindak Parkir Liar

  • 09 Apr 2026 12:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Ade Suherman, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, segera mempercepat penggunaan Smart CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI), untuk menindak parkir liar secara otomatis dan presisi. Hal itu menyusul viralnya kasus laporan warga melalui aplikasi JAKI, yang justru dibalas menggunakan foto hasil AI.

Pemprov DKI telah mengakui adanya kekeliruan, dalam proses validasi laporan tersebut. Menurut Ade, insiden itu harus menjadi momentum evaluasi serius, terhadap sistem pengaduan publik, sekaligus percepatan transformasi pengawasan parkir berbasis teknologi.

“AI harus digunakan untuk mempercepat validasi dan penindakan, bukan memalsukan realitas lapangan. Kepercayaan publik pada sistem aduan digital harus dijaga, dengan bukti visual yang autentik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ade Suherman dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Ade menilai isu itu sangat relevan, dengan kerja Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta. Yang selama ini fokus pada penertiban parkir ilegal, pemberantasan juru parkir liar, dan penutupan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Karena itu, Ade mendorong agar Pansus Parkir, tidak lagi hanya mengandalkan patroli manual. Tetapi mulai membangun sistem pengawasan, berbasis digital evidence dan video analytics.

“Pansus Parkir harus memastikan, pengawasan tidak lagi kejar-kejaran dengan jukir liar di lapangan. Tetapi berbasis sistem digital yang presisi, real time, dan langsung terhubung dengan dashboard Dishub,” katanya.

Lebih lanjut, Ade mengaitkan hal itu dengan rencana pemasangan CCTV di setiap RT/RW. Yang selama ini menjadi salah satu agenda, penguatan sistem keamanan lingkungan Jakarta.

Menurutnya, kehadiran CCTV di tingkat lingkungan harus diperluas fungsinya, tidak hanya untuk aspek keamanan dan kriminalitas. Tetapi juga untuk mendeteksi parkir liar, pungli juru parkir, kendaraan di badan jalan, hingga kendaraan yang menutup akses publik dan jalur darurat.

“Jika CCTV akan hadir di setiap RT/RW, maka manfaatnya harus langsung terasa, untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari warga. Seperti parkir liar dan pungli,” katanya.

Ade menawarkan konsep Smart CCTV untuk penindakan mirip ETLE. Di mana kamera berbasis AI dapat mendeteksi otomatis, kendaraan yang parkir di zona larangan, trotoar, bahu jalan, maupun akses damkar.

Sistem tersebut, lanjutnya, dapat langsung menghasilkan nomor polisi, titik lokasi, waktu kejadian, durasi parkir, dan bukti visual asli. Lalu terintegrasi ke dashboard Dinas Perhubungan, untuk proses penindakan elektronik.

“Jakarta perlu Smart CCTV berbasis AI untuk menindak parkir liar secara otomatis, presisi, dan real time seperti ETLE. Ini akan menjadi lompatan besar menuju kota global yang tertib, transparan, dan berbasis teknologi,” ucap Ade Suherman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....