Justin PSI Minta Kasus Keracunan MBG Diproses Hukum

  • 06 Apr 2026 13:49 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Peristiwa keracunan makanan massal terjadi di Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kejadian tersebut berkaitan dengan makanan-makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Pondok Kelapa 2, Duren Sawit.

Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Justin Adrian Untayana, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Sedikitnya terdapat 72 siswa yang menjadi korban keracunan.

“Ini sudah merupakan keracunan massal yang kesekian kalinya. Lagi-lagi, anak-anak kita menjadi korban, dan patut diduga bahwa hal ini diakibatkan oleh kelalaian oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Adrian dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.

Adapun keracunan makanan massal itu, berdampak kepada siswa-siswa di 4 sekolah, yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 91, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Sementara itu, keracunan diduga karena menu spageti yang dimakan oleh para siswa.

Justin mendesak agar Pemprov DKI Jakarta, berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang, untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab-penyebabnya. “Pertama, Pemprov DKI harus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwajib untuk menyelidiki kejadian ini. Hal itu penting untuk dikejar agar masyarakat mendapatkan kejelasan, mengenai apa-apa saja yang terjadi. Sehingga, tidak ada spekulasi-spekulasi, dan pihak berwenang bisa langsung menindak siapa-siapa saja yang bertanggung jawab,” katanya.

Justin juga meminta supaya Pemprov DKI Jakarta, terlibat dalam mengawasi jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depannya. Menurutnya, tanpa adanya pengawasan yang ketat, dan perbaikan tata kelola SPPG atau dapur MBG, ia khawatir insiden serupa terjadi lagi di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....