Menhut: Presiden Prabowo Dengarkan Akademisi soal Gambut untuk Cegah Karhutla
- 30 Sep 2026 19:39 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mendengarkan masukan para ilmuwan dan akademisi, dalam menentukan kebijakan pengelolaan gambut dan mangrove
- Keputusan itu ditindaklanjuti, dengan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan, Presiden Prabowo Subianto mendengarkan masukan para ilmuwan dan akademisi, dalam menentukan kebijakan pengelolaan gambut dan mangrove. Menurutnya, keputusan itu didasarkan pada hasil riset, dan data yang disampaikan para ahli.
“Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan keputusan, beliau adalah pendengar saya katakan tadi, mendengar para ilmuwan memutuskan policy berdasarkan riset, berdasarkan penelitian. Riset best policy,” ujar Menhut Raja Antoni, di Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove, Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Rabu, 30 September 2026.
Menhut mengatakan keputusan itu ditindaklanjuti, dengan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Ia menyatakan pengelolaan gambut menjadi penting, salah satunya untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla.
“Beliau mendengar langsung minggu yang lalu usulan dari para ilmuwan, para akademisi, dengan data yang cukup. Bahwa Indonesia membutuhkan satu badan, untuk secara serius mengelola gambut dan manggrove,” kata Menhut.
Menindak lanjuti arahan Presiden Prabowo, Raja Antoni mengatakan akan menggelar workshop bersama 22 pakar, yang sebelumnya diundang ke Istana, untuk menyiapkan lembaga itu. “Para pakar itu akan bersama-sama membahas mandat, SOP, serta struktur organisasi BPGMN, agar dapat berjalan secara efektif dan efisien,” ucap Menhut.
Selain para pakar, pembahasan juga akan melibatkan ahli mangrove, serta pemangku kebijakan dari kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. Raja Antoni mengatakan, hasil pembahasan itu akan menjadi bahan untuk menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres), mengenai lembaga baru itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....