Menhut Raja Antoni Dampingi Menko Polkam Cek Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan
- 18 Sep 2026 19:08 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel)
- Data hotspot yang tercatat pada 14 September, sebanyak 1.308 titik. Jumlah itu kemudian turun menjadi sekitar 1.042 pada 15 September, dan kembali menurun hingga sekitar 340 pada 17 September
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Menhut juga melaporkan perkembangan tren hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) nasional.
Selain peninjauan, Menko Polkam dan Menhut Raja Antoni juga melakukan Rakor Penanganan Karhutla, di Palembang, Jumat, 18 September 2026. Rakor yang dipimpin Menko Polkam itu juga dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta jajaran TNI Polri, BNPB hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
“Saya laporkan ke pak presiden bahwa saya ke Sumatera Selatan. Saya bersama-sama dengan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB ada di sana,” ujar Djamari Chaniago dalam rapat.
Djamari mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah berjuang memadamkan Karhutla. Djamari menyebut, pemadaman sebagai perang di mana api menjadi lawannya.
“Beliau mengucapkan terimakasih atas perjuangan kita melawan pertempuran. Tapi kita sebagai komandan, sebagai para pimpinannya, berpikirlah untuk memenangkan pertempuran ini dalam waktu yang singkat,” katanya.
Dalam rapat itu, Menhut Raja Antoni memaparkan data hotspot yang tercatat pada 14 September, sebanyak 1.308 titik. Jumlah itu kemudian turun menjadi sekitar 1.042 pada 15 September, dan kembali menurun hingga sekitar 340 pada 17 September. “Jadi, ada progres baik kerja kolektif kita,” kata Menhut dalam laporannya.
Meski secara nasional menunjukkan tren menurun, Raja Antoni menyebut Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan hotspot yang tinggi. Untuk data high confident, dia memaparkan angka 239 pada 14 September, 245 pada 15 September, 249 pada 16 September, dan 216 pada 17 September.
“Hotspot tidak selalu menjadi fire spot, Pak. Tapi ini high confident, kira-kira 80% kebenarannya nanti BPBD-nya turun memakai pesawat patroli. Cek yang angka-angka tadi, dan kemudian kita terjemahkan menjadi peta perjuangan kita pada hari ini dan besok,” katanya.
Menhut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, dalam penanganan Karhutla, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat. Menurutnya, kerja kolektif itu perlu terus dilakukan dengan menggerakkan personel, dan kekuatan secara tepat untuk memadamkan kebakaran, sekaligus mengantisipasi agar tidak kembali terjadi kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....