Didampingi Menhut, Wapres Gibran Tinjau Karhutla Kalbar

  • 11 Sep 2026 10:51 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat pada Kamis malam, 10 September 2026.
  • Menteri Kehutanan Raja Antoni mendampingi Wapres dalam peninjauan dari Posko Penanganan Karhutla di Lanud Supadio hingga Desa Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya.
  • Peninjauan bertujuan untuk melihat perkembangan penanganan karhutla dan memeriksa kesiapan unsur yang terlibat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis malam, 10 September 2026. Dalam kunjungan itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, turut mendampingi Wapres, mulai dari Posko Penanganan Karhutla di Lanud Supadio, hingga meninjau di Desa Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung, perkembangan penanganan karhutla di Kalbar, termasuk kesiapan unsur yang terlibat dalam pengendalian kebakaran. Usai mendarat di Pontianak, Wapres Gibran didampingi Menhut Raja Juli, langsung melakukan rapat koordinasi penanganan karhutla bersama pemerintah daerah.

Dari Posko Lanud Supadio, Wapres Gibran melihat koordinasi penanganan yang dilakukan pemerintah, bersama jajaran terkait. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Sungai Malaya, Kubu Raya.

Wapres Gibran dan Menhut Raja Antoni meninjau kondisi lapangan, di wilayah yang menjadi titik rawan karhutla. Serta melihat upaya penanganan yang dilakukan petugas.

Peninjauan lapangan itu menjadi bagian dari penguatan koordinasi pemerintah, dalam menghadapi karhutla di Kalbar. Penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kemenhut, hingga masyarakat.

Wapres Gibran bersama Menhut Raja Antoni melihat, dan berkomunikasi dengan petugas di lapangan, yang tengah memadamkan api. Wapres Gibran menyampaikan terima kasih, dan meminta agar tim yang bertugas, tetap menjaga keselamatan dan kesehatan.

“Terima kasih ya Pak, Terima kasih semua. Sampaikan kepada semua timnya jangan sampai ada yang kelelahan, jangan sampe kecapean, terima kasih ya pak, terima kasih,” ujar Gibran.

Menhut Raja Antoni sebelumnya juga menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, dan tidak berhenti ketika titik panas menurun. Khusus di lahan gambut, proses pemadaman dan pendinginan perlu dilakukan secara intensif, karena api dapat kembali muncul, meski tidak lagi terlihat di permukaan.

Kehadiran Wapres Gibran bersama Menhut Raja Antoni di lokasi, juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Termasuk memastikan upaya pemadaman dan pencegahan, terus berjalan di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....