Jaga Gajah dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
- 18 Sep 2026 15:08 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, memperkuat upaya perlindungan gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan
- Salah satu langkah yang dilakukan dengan mempertebal pasukan darat, untuk mencegah api mendekati kawasan SM
RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, memperkuat upaya perlindungan gajah di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan dengan mempertebal pasukan darat, untuk mencegah api mendekati kawasan SM.
Menhut mengecek langsung kondisi gajah, di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 SM Padang Sugihan, Kamis, 17 September 2029. Di PKG SM Padang Sugihan terdapat 29 Gajah, dengan rincian 13 ekor jantan, dan 16 ekor betina.
Raja Antoni mengatakan, kondisi SM Padang Sugihan sejauh ini relatif aman. Kawasan itu juga telah memiliki sekat bakar yang dibuat oleh petugas, untuk mencegah api mendekat.
“Sejauh ini relatif aman. Ada sekat bakar yang sudah dibuat oleh teman-teman. Jadi, yang paling dekat, yang paling memungkinkan pada saat ini adalah memang tetap berada di sini, sambil mempertebal pasukan darat untuk mencegah terjadi kebakaran, yang mendekat ke SM Padang Sugihan ini,” ujar Menhut Raja Antoni.
Ia mengatakan, penanganan Karhutla di sekitar kawasan dilakukan melalui sejumlah upaya. Pemadaman lewat udara melalui pesawat water bombing terus dikerahkan, sementara pemadaman darat melibatkan gabungan personil TNI, Polri dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dimaksimalkan, dengan memanfaatkan potensi hujan.
“Gajahnya relatif masih baik ya. Karhutla itu kita pastikan untuk terjaga dengan baik. Seperti saya katakan tadi, water bombing kita kerahkan. Kemudian darat ya, satgas darat, insyaallah maksimum TNI, Polri, Manggala Agni Kemenhut, terus berjuang untuk memadamkan dan juga OMC,” kata Menhut.
Menurutnya perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian, karena memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Ia mengatakan pemadaman api penting dilakukan, namun perlindungan satwa liar juga tidak kalah penting.
“Untuk kita berjuang memadamkan api itu penting. Tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita, yang merupakan kekayaan yang luar biasa, yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” ucapnya.
Menhut Raja Antoni juga mengatakan, SM Padang Sugihan merupakan salah satu lanskap, atau kantong gajah yang cukup besar di Sumatera. Di kawasan itu terdapat 29 ekor gajah jinak, sementara populasi gajah liar disebutnya sekitar 130 ekor. Karena itu, upaya mencegah Karhutla mendekati kawasan konservasi, menjadi bagian penting dalam menjaga habitat gajah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....