Menhut Raja Antoni Gelar Rapat Mendadak Penguatan Penanganan Karhutla

  • 24 Agt 2026 07:53 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Seluruh jajaran Kementerian Kehutanan diminta tidak hanya memantau, tetapi secara aktif bergerak dan membantu operasi pemadaman kebakaran di lapangan.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan melalui rapat daring saat meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada 23 Agustus 2026.
  • Menhut menginstruksikan mekanisme bantuan kendali operasi (BKO) di bawah koordinasi balai dan masing-masing direktorat jenderal untuk memperkuat keterlibatan dalam penanganan karhutla.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mendadak mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Kehutanan, saat melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026. Melalui rapat daring, Menhut Raja Antoni meminta seluruh direktorat jenderal dan unit pelaksana teknis (UPT), memperkuat keterlibatan dalam penanganan karhutla.

Rapat daring juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki. Dalam kesempatan itu, Menhut Raja Antoni menginstruksikan mekanisme bantuan kendali operasi (BKO), di bawah koordinasi balai dan masing-masing direktorat jenderal. Ia meminta tidak hanya memantau, tetapi seluruh jajaran Kemenhut ikut bergerak, membantu operasi pemadaman di lapangan.

“Buat mekanisme BKO di bawah balai, dirjen masing-masing. Agar jangan jadi penonton dalam proses pemadaman karhutla ini,” ujar Raja Antoni dalam rapat daring.

Menhut Raja Antoni juga meminta sumber daya manusia dari UPT Kemenhut lainnya, diarahkan untuk terjun langsung ke lapangan. Nantinya para petugas di lapangan akan bersama Manggala Agni, sebagai unsur yang memiliki pengalaman dalam penanganan karhutla. “Arahkan SDM UPT lainnya untuk training di lapangan langsung, dengan pimpinannya Manggala Agni,” katanya.

Menurut Raja Antoni, seluruh sumber daya Kemenhut untuk sementara perlu difokuskan, dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan. “Semua fokus penanganan ke Kalimantan dulu. SDM berapa, semua ikut berkolaborasi,” katanya.

Selain penguatan personel, Menhut Raja Antoni meminta pemantauan kondisi karhutla, melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), diperbarui lebih intensif. Data itu diminta tidak berhenti pada informasi titik panas, tetapi dianalisis dengan informasi spasial lain, untuk menentukan prioritas penanganan.

“Update Sipongi rutinkan sehari empat kali. Data itu overlay dengan kawasan hutan, jenis tanah, serta pemegang izinnya (PPKH, PBPH, PS, Konservasi dan lainnya),” ucap Menhut Raja Antoni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....