HKAN 2026, Menhut Raja Antoni Ajak Semua Pihak Serius Pulihkan Ekosistem
- 10 Agt 2026 19:52 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak dalam acara Hari Konservasi Alam Nasional 2026 di Taman Wisata Alam Muara Angke, Jakarta, pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Gerakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan hutan dan ekosistem yang mengalami kerusakan di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, meluncurkan Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak, dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Gerakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah, mempercepat pemulihan hutan dan ekosistem, yang mengalami kerusakan.
Peluncuran dilakukan Menhut Raja Antoni dalam acara HKAN 2026, di Taman Wisata Alam (TWA) Muara Angke, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Menhut Raja Antoni mengatakan, kondisi ekosistem yang dihadapi Indonesia membutuhkan langkah serius, dan tidak bisa hanya mengandalkan pola penanganan yang sama seperti sebelumnya. “Hari ini saya launching Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak, dalam Rangka Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2026,” ujar Menhut Raja Antoni.
| Baca juga: Dua Kali Berturut-turut Kemenhut Raih WTP |
HKAN 2026 mengusung tema ‘Kerja Bersama Merawat Alam’. Menhut Raja Antoni menyebut, gerakan itu membuktikan restorasi ekosistem perlu dilakukan secara serius.
“Saya kira momentum itu menjadi tepat dengan tema yang tadi ditawarkan. Sama-sama bahwa sekarang kita mulai bergerak, untuk melakukan pemulihan ekosistem, gerakan pemulihan ekosistem. Bahwa kita sekarang memang harus beranjak secara serius, untuk melakukan restorasi ekosistem,” kata Menhut Raja Antoni.
Ia mengatakan, pemerintah menyadari adanya keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun sumber daya. Karena itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, untuk mendukung proses restorasi hutan.
Selain itu, Menhut Raja Antoni juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan, antara kepentingan ekonomi dan ekologi. Dia mengingatkan, konservasi harus tetap memiliki semangat, untuk mengerem kerusakan hutan yang berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....