Kemnaker Perkuat Integrasi Data untuk Tingkatkan Layanan Ketenagakerjaan

  • 10 Agt 2026 17:56 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat integrasi data lintas instansi untuk meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan dan mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
  • Kepala Barenbang Kemnaker Anwar Sanusi menekankan bahwa perubahan dunia kerja yang cepat menuntut pemerintah untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi termasuk artificial intelligence dan otomatisasi.
  • Pelayanan publik ketenagakerjaan harus menjadi semakin responsif terhadap perubahan teknologi dan dinamika pasar kerja untuk menghadapi tantangan masa depan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat integrasi data lintas instansi untuk meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan. Langkah tersebut sekaligus mendukung penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan data pasar kerja.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut pemerintah beradaptasi. Menurutnya, pelayanan publik harus semakin responsif terhadap perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dan otomatisasi.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Karena itu, birokrasi juga harus bergerak lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan,” ujar Anwar dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu 9 Agustus 2026.

Kemnaker mengembangkan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPkerja) sebagai ekosistem digital yang menghubungkan pencari kerja dengan pemberi kerja. Platform tersebut juga mengintegrasikan berbagai layanan dan data ketenagakerjaan dari sejumlah instansi.

Anwar menjelaskan, SIAPkerja tidak hanya digunakan sebagai aplikasi pelayanan, tetapi juga menghimpun profil pencari kerja dan perusahaan. Integrasi tersebut diharapkan dapat membuat proses pelayanan lebih efisien sekaligus memperkaya data mengenai kondisi pasar kerja.

“SIAPkerja bukan sekadar aplikasi tunggal, tetapi ekosistem digital yang menghimpun profil angkatan kerja dan pemberi kerja secara menyeluruh. Kekuatan utamanya terletak pada integrasi data yang terus diperluas,” katanya.

SIAPkerja telah terhubung dengan sejumlah lembaga, antara lain Ditjen Dukcapil Kemendagri, BKPM, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, BKN, serta kementerian yang menangani pendidikan dan komunikasi digital. Sistem tersebut juga terhubung dengan dinas ketenagakerjaan di berbagai daerah.

Integrasi data lintas instansi menjadi salah satu dasar pengembangan Big Data Pasar Kerja. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki pencocokan antara pencari kerja dan kebutuhan perusahaan serta mendukung kebijakan ketenagakerjaan berbasis data.

Kemnaker juga bekerja sama dengan World Bank melalui proyek Labour Market Information and Skills System Transformation for Labour Market Flexibility. Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat informasi pasar kerja, meningkatkan fleksibilitas tenaga kerja, dan mengembangkan keterampilan sumber daya manusia.

Anwar menyebut transformasi digital Kemnaker dilakukan melalui sejumlah prinsip, mulai dari membangun pola pikir digital hingga memperkuat budaya kerja berbasis data. Integrasi layanan, orientasi kepada masyarakat, dan inovasi berkelanjutan juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Implementasi kelima prinsip tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pemerintah Digital sebagai indikator kematangan transformasi digital di lingkungan Kemnaker sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan,” tutup Anwar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....