Menhut Raja Antoni: Water Bombing Bromo Terus Dilakukan Sampai Api Padam

  • 10 Agt 2026 14:16 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan upaya pemadaman kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus diperkuat dengan water bombing dan pasukan darat.
  • Keputusan strategi pemadaman didasarkan pada komunikasi langsung dengan BMKG mengenai kondisi cuaca yang tidak mendukung operasi dalam 10 hari ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memastikan upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus diperkuat. Pemerintah akan mengandalkan water bombing dan pasukan darat.

Raja Juli mengatakan, keputusan itu diambil setelah pihaknya berkomunikasi langsung, dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca. Berdasarkan perhitungan teknokratik, peluang pelaksanaan OMC dalam 10 hari mendatang sangat kecil.

“Operasi Modifikasi Cuaca tidak bisa dilakukan sampai 10 hari ke depan. Tadi sudah saya telepon langsung kepada Kepala BMKG, tadi juga ada staf beliau yang datang. Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC,” ujar Menhut Raja Antoni, usai pengecekkan kondisi kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Minggu, 9 Agustus 2026.

Karena itu, strategi pemadaman akan difokuskan pada dua kekuatan utama, yakni operasi water bombing dari udara, dan pengerahan pasukan darat. Kedua upaya itu akan dilakukan secara berkelanjutan, sampai api benar-benar padam, dan kawasan dapat kembali beroperasi. “Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” katanya.

Menhut Raja Antoni menegaskan, water bombing akan terus dilakukan, hingga kondisi kebakaran benar-benar terkendali. Operasi udara itu tidak akan dihentikan, sebelum kawasan dinyatakan aman dan seluruh aktivitas dapat kembali berjalan.

“Hari ini 30 water bombing, tinggal 10 lagi karena udah 20. Insya Allah sampai padam, sampai semua bisa beroperasi lagi, baru nanti water bombing-nya berhenti,” ucap Menhut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....