Menteri Wihaji Ajak Keluarga Perkuat Pengasuhan Hadapi Era Digital
- 30 Jun 2026 12:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, mengajak seluruh keluarga Indonesia memperkuat fungsi pengasuhan dalam momentum Hari Keluarga Nasional ke-31. Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap tantangan era digital yang dinilai semakin kompleks, sebagaimana disampaikan pada Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Wihaji, peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ia mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan bagi setiap keluarga untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi yang berlangsung sangat cepat.
Wihaji menjelaskan dunia saat ini berada dalam era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity atau VUCA yang ditandai dengan gejolak, ketidakpastian, kerumitan, dan perubahan yang sulit diprediksi. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi masa depan anak apabila keluarga tidak menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal.
Ia juga menyoroti bonus demografi yang tengah dimiliki Indonesia sebagai peluang besar menuju negara maju. Namun, peluang tersebut dapat berubah menjadi persoalan apabila kualitas generasi produktif tidak dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan di lingkungan keluarga.
"Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Jadikan rumah sebagai madrasah abad ke-21. Di sinilah integritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif," ujar Wihaji, dikutip dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Selain menjadi tempat belajar, Wihaji menegaskan rumah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga. "Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan sehingga ke mana pun anak kita melangkah, magnet kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka pulang ke jalan yang benar," ucap Wihaji.
Dalam kesempatan itu, Wihaji juga menyinggung fenomena fatherless country, yakni kondisi ketika ayah hadir secara fisik tetapi tidak terlibat secara emosional dalam pengasuhan anak. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu berbagai persoalan sosial seperti tawuran, perundungan, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
Sebagai penutup, Wihaji menegaskan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional 2026, ia mengajak seluruh masyarakat membangun keluarga yang sehat, cerdas, dan berkarakter sebagai langkah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional berkontribusi menyusun laporan ini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....