Kemendikdasmen Salurkan Bantuan untuk Anak Sekolah Korban Kebakaran Kemayoran

  • 03 Jun 2026 12:03 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan, berupa 100 paket school kit, kepada para murid yang terdampak kebakaran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan itu mencakup tas sekolah, seragam merah putih, alat tulis, serta berbagai perlengkapan belajar lainnya, guna membantu siswa kembali menjalani kegiatan pendidikan setelah terdampak musibah.

Di lansir dari antaranews.com. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah, terhadap para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran. "Selain bantuan fisik, Kemendikdasmen juga memastikan seluruh anak terdampak akan mendapatkan dukungan, agar tetap dapat melanjutkan proses belajar tanpa hambatan," ujar Abdul Mu'ti, Selasa, 2 Juni 2026.

Tidak hanya menyalurkan perlengkapan sekolah, Kemendikdasmen juga menyiapkan layanan trauma healing, bagi para murid penyintas kebakaran. "Program itu dilakukan melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), yang saat ini tengah melakukan asesmen, untuk memetakan kebutuhan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak," katanya.

Sebagai bentuk perhatian kepada tenaga pendidik yang terdampak, Kemendikdasmen turut memberikan santunan, kepada dua guru dan satu penjaga sekolah, yang menjadi korban kebakaran. "Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta, untuk membantu meringankan beban pascabencana," katanya.

Pemerintah juga memastikan, musibah kebakaran tidak akan menghilangkan hak pendidikan para siswa. "Bagi murid yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester karena kondisi darurat, sekolah akan memberikan kesempatan mengikuti ujian susulan, sehingga proses pembelajaran dan evaluasi tetap berjalan dengan baik," ucap Abdul Mu'ti.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kemayoran Gempol beberapa hari lalu, menghanguskan ratusan rumah, dan berdampak pada ratusan kepala keluarga. Kehadiran bantuan school kit dan layanan pemulihan psikologis, diharapkan dapat membantu para siswa bangkit, serta kembali bersemangat menjalani aktivitas belajar mereka. (Kristison Effendi - mahasiswa magang Universitas Bunda Mulia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....