Kemnaker Gelar Seleksi Kerja Disabilitas Tuli Bersama Dunia Usaha
- 11 Mei 2026 15:37 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli dengan melibatkan dunia usaha dalam proses rekrutmen berbasis kompetensi dan kesetaraan akses kerja. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026.
Seleksi kerja dikemas dalam kegiatan bertajuk Interview dan Seleksi Penempatan Tenaga Kerja bagi Penyandang Disabilitas Tuli yang bekerja sama dengan Kopi Kenangan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mempertemukan pencari kerja disabilitas dengan perusahaan secara langsung.
“Kegiatan ini membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kompetensi dan potensi di dunia kerja,” ujar Estiarty.
Ia menjelaskan, proses penempatan kerja bagi penyandang disabilitas membutuhkan sistem rekrutmen yang mampu menyesuaikan kebutuhan komunikasi serta dukungan pendampingan yang tepat. Karena itu, Kemnaker memperkuat fungsi Pengantar Kerja dalam proses penempatan tenaga kerja.
Menurut Estiarty, Pengantar Kerja berperan melakukan job matching, job counselling, hingga menjadi penghubung antara perusahaan dan pencari kerja. Peran tersebut dinilai penting agar kebutuhan komunikasi dan kompetensi pekerja dapat dipenuhi secara optimal.
“Pengantar Kerja memastikan proses penempatan tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan pekerjaan, tetapi juga menjembatani kebutuhan komunikasi dan kompetensi secara tepat,” katanya.
Saat ini terdapat 1.859 Pengantar Kerja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, baik di lingkungan Kemnaker, Balai Pelatihan Kerja, Dinas Ketenagakerjaan, maupun Unit Layanan Disabilitas daerah. Dalam kegiatan ini, Parakerja juga dilibatkan untuk membantu proses komunikasi menggunakan BISINDO selama wawancara berlangsung.
Estiarty berharap program serupa dapat diperluas dan diikuti lebih banyak perusahaan agar akses kerja bagi penyandang disabilitas semakin terbuka. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas disabilitas menjadi kunci dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.
“Ini bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....