Kemnaker Siapkan Empat Pilar Strategis Hadapi Transformasi Dunia Kerja
- 11 Mei 2026 15:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan empat pilar strategis ketenagakerjaan tahun 2026 guna menghadapi perubahan dunia kerja akibat transformasi digital dan perkembangan teknologi. Langkah tersebut difokuskan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia agar lebih adaptif dan mampu bersaing di tingkat global.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan pemerintah tidak hanya berupaya menciptakan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga membangun SDM masa depan yang inovatif dan kreatif. Menurutnya, perubahan teknologi telah menggeser pola kerja konvensional sekaligus membuka peluang baru berbasis kreativitas.
“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujar Afriansyah saat menghadiri kegiatan Examination Authority (EXOT) 2026 di Al-Wildan Islamic School, pada Minggu 10 Mei 2026.
Empat pilar strategis yang menjadi fokus Kemnaker pada 2026 mencakup penguatan pelatihan vokasi, pengembangan inovasi, ketenagakerjaan inklusif, serta peningkatan produktivitas perusahaan. Pilar pertama berupa pusat pelatihan vokasi yang diarahkan pada program skilling dan reskilling sesuai kebutuhan industri masa depan.
Pilar kedua adalah Talent & Innovation Hub atau TIH yang disiapkan sebagai inkubator nasional untuk mendorong lahirnya inovator dan produk kreatif baru. Melalui program tersebut, ide-ide kreatif diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, Kemnaker juga memperkuat pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas sebagai bagian dari pembangunan ekosistem kerja yang inklusif. Sementara pilar keempat dilakukan melalui Labor Productivity Clinics untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan nasional.
Afriansyah menilai integrasi keempat pilar tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan produktif. Ia optimistis penguatan SDM berbasis ekonomi kreatif akan mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....