Kemenhut-JICA Setuju Perkuat Kerjasama di Sektor Kehutanan
- 30 Mar 2026 17:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk meningkatkan hubungan kerjasama bilateral antara Indonesia-Jepang, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut), melaksanakan pertemuan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), di Tokyo, Jepang, Senin, 30 Maret 2026. Kedua pihak sepakat untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang kehutanan.
Khususnya dalam mendukung agenda pengendalian perubahan iklim, rehabilitasi degradasi lahan. Serta pengelolaan kawasan konservasi berkelas dunia.
Kesepakatan itu mengemuka, dalam pertemuan antara Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dengan Yoshifumi Yoshikawa, Senior Vice President JICA. Turut mendampingi Menteri Kehutanan dalam pertemuan tersebut, yakni Ristianto Pribadi selaku Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri, Ahmad Munawir selaku Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, serta Ima Yudin Rayaningtyas selaku Atase Kehutanan KBRI Tokyo.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi menyatakan, pertemuan berlangsung secara konstruktif. "Kedua pihak menegaskan komitmen bersama, untuk memperluas kolaborasi yang telah terjalin selama ini, sekaligus menjajaki peluang kerjasama baru, yang lebih inovatif dan berdampak," ujar Ristianto Pribadi.
Dalam pertemuan itu, Menhut menyatakan, Pemerintah Indonesia di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, memiliki komitmen kuat dalam pengendalian perubahan iklim, dan percepatan rehabilitasi lahan terdegradasi. Hal itu sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kemenhut menyampaikan visi besar, dalam mengembangkan kawasan konservasi Indonesia, menjadi World Class National Park, yang tidak hanya unggul dalam perlindungan keanekaragaman hayati. Tetapi juga dalam tata kelola, praktik terbaik ekowisata, serta kontribusi terhadap ekonomi lokal dan global.
Selain itu, Kemenhut mengajak JICA, untuk bersama-sama memperkuat inisiatif World Mangrove Center, sebagai jembatan bagi upaya global dalam rehabilitasi, riset, edukasi, dan inovasi pengelolaan ekosistem mangrove. Inisiatif itu diharapkan menjadi rujukan internasional, dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam.
JICA menyambut baik berbagai inisiatif tersebut, dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung Indonesia, melalui kerja sama teknis, pendanaan, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi. Dukungan JICA selama ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata, dalam berbagai program kehutanan di Indonesia, termasuk pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan, dan penguatan kapasitas kelembagaan.
"Pertemuan itu menjadi momentum penting, dalam memperkuat kemitraan Indonesia–Jepang di sektor kehutanan. Sekaligus menegaskan peran strategis kerja sama internasional, dalam menjawab tantangan global terkait perubahan iklim, dan degradasi lingkungan," ucap Ristianto Pribadi.
Penguatan kerjasama teknis kehutanan dengan JICA, lanjutnya, menjadi salah satu program untuk memperkuat hubungan Indonesia-Jepang. Dan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....