Raja Antoni: Islam Wajibkan Umat Jaga Hutan-Lingkungan

  • 22 Feb 2026 05:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyatakan ajaran Islam secara teologis dan akidah, memiliki landasan kuat, yang mewajibkan umatnya menjaga lingkungan hidup dan hutan. Raja Antoni meyakini, Islam sebagai agama yang kaffah, memiliki pijakan yang sangat solid, dalam merespons isu lingkungan hidup.

“Saya meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa secara teologis, secara akidah, Islam sebagai agama yang kaffah, memiliki pijakan yang sangat solid, untuk menjadikan Islam sebagai ajaran agama, yang memiliki kompatibilitas dengan isu-isu lingkungan hidup, kehutanan atau yang saat ini kita sebut sebagai ekoteologi,” ujar Raja Antoni saat membahas konsep ekoteologi dalam perspektif Islam, pada acara Kajian Ramadan 1447, di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu, 21 Februari 2026.

Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), periode 2000-2002 itu mengatakan, banyak ayat Al-Qur’an dan hadis yang bukan hanya memotivasi, tetapi bahkan mewajibkan umat Islam untuk menjaga alam. Raja Juli Antoni juga mencontohkan teladan para khalifah, dalam menjaga lingkungan, bahkan di masa perang. Ia menyebut Abu Bakar al-Siddiq, yang melarang pasukan memotong pohon berbuah.

“Allah mengatakan Wa la tufsidu fil-ardi ba‘da, janganlah kamu melakukan kerusakan membuang sampah, melakukan deforestasi, melakukan pencemaran lingkungan, setelah Allah membuatnya dengan baik atau sempurna," kata Raja Antoni.

“Wa la taqta‘u syajaran mutsmira. Janganlah kamu memotong pohon yang berbuah. Tapi pada hari ini dengan kemajuan teknologi, kata mutsmira atau perubahan bisa kita pandang, sebagai pohon yang memang menghasilkan oksigen," tambahnya.

Sebagai kader Muhammadiyah, yang kini mendapat amanah memimpin Kementerian Kehutanan, Raja Antoni menegaskan komitmennya menjalankan prinsip ekoteologi, dalam kebijakan negara. Sehingga dapat mencegah terulangnya bencana, salah satunya dengan memperbaiki sistem di Kementerian Kehutanan.

“Saya sangat meyakini, mengimani, bahwa secara teologis secara aqidah, agama Islam memiliki landasan yang sangat solid, memotivasi kita. Bahkan mewajibkan kita menjaga alam kita, menjaga hutan kita secara baik,” katanya.

"Saya menyadari ini adalah amanah bagi saya, saya diberi kesempatan untuk berjihad di Kementerian Kehutanan. Oleh karena itu saya akan memanfaatkan amanah yang diberikan ini, untuk mencegah bencana yang terjadi di tiga provinsi ini, tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....