Menhut: Keberhasilan Jaga Hutan Ditentukan Kolaborasi dengan Masyarakat

  • 21 Feb 2026 11:09 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan, perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah, dalam mewujudkan hutan lestari, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menhut Raja Antoni menekankan, keberhasilan menjaga hutan, sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.

“Peran masyarakat menjadi tidak akan terkalahkan, dalam mengamankan hutan, pembelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan, yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerjasama dengan masyarakat. Menjadikan hutan tidak berjarak dengan masyarakat,” ujar Menhut Raja Antoni, Kamis, 19 Februari 2026.

Hal itu disampaikan Menhut, dalam pembukaan workshop “Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera” di Menara Peninsula, Jakarta. Turut hadir dalam acara itu, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin.

Menurut Raja Antoni, pendekatan yang inklusif, membuat masyarakat tidak lagi diposisikan, sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan. Melainkan sebagai mitra utama negara.

“Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka. Tapi secara bersamaan juga memiliki komitmen, untuk terus menjaga hutan secara lestari,” katanya.

Pemerintah, lanjut Menhut, terus memperluas akses perhutanan sosial, termasuk percepatan pengakuan hutan adat. Ia memastikan, pemerintah telah memiliki peta jalan yang jelas, untuk merealisasikan target tersebut.

“Kami terus berkomitmen, untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta, hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi. Saya berkomitmen memberikan dalam 4 tahun ke depan 1,4 juta, sekarang sudah 360 ribuan,” katanya.

“Kita sudah punya peta jalannya untuk mengeksekusi 1,4 juta hektare tersebut. Insyallah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup, kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai perhutanan sosial sebagai metode efektif, dalam mengurangi kemiskinan. Terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....