Kemnaker Imbau Waspadai Hoaks Program BSU 2026
- 07 Jan 2026 13:13 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah atau BSU 2026. Hoaks tersebut banyak beredar melalui media sosial, pesan berantai, hingga sejumlah pemberitaan tidak resmi.
Kemnaker menegaskan informasi palsu itu kerap disertai tautan pendaftaran tidak resmi yang berpotensi merugikan masyarakat. Munculnya informasi tersebut menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan pekerja dan buruh.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima informasi terkait BSU. Ia menegaskan tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi,” ujar Faried dalam keterangan tertulis. Ia menegaskan bahwa program BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri oleh masyarakat.
Faried menjelaskan informasi resmi terkait BSU hanya disampaikan melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan. “Informasi resmi BSU hanya disampaikan melalui laman bsu.kemnaker.go.id dan media sosial resmi Kemnaker,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan terkait penyaluran BSU pada tahun 2026. Menurutnya, seluruh informasi yang menyebutkan adanya pendaftaran atau penyaluran BSU tahun depan dipastikan tidak benar.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026,” ujar Faried. Ia memastikan setiap kebijakan baru akan diumumkan secara terbuka oleh pemerintah.
Sebagai catatan, penyaluran BSU terakhir dilaksanakan pada tahun 2025. Program tersebut menjangkau lebih dari 16 juta pekerja dan buruh yang memenuhi ketentuan.
Kemnaker mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Masyarakat juga diminta melaporkan indikasi penipuan yang mengatasnamakan BSU agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....