Kolaborasi Kemnaker dan Kemensos Perkuat Pemberdayaan Disabilitas
- 21 Okt 2025 14:48 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Afriansyah saat melakukan kunjungan kerja ke Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/10/2025). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyediakan akses pelatihan, kesempatan kerja, serta pengembangan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas.
Dalam kesempatan itu, Wamenaker meninjau berbagai program pelatihan vokasi, pembinaan kewirausahaan, dan layanan rehabilitasi sosial di STIS. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan ruang aktualisasi diri bagi penyandang disabilitas.
“Beragam kegiatan di STIS menunjukkan wujud nyata kerja bersama dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi saudara-saudara penyandang disabilitas,” ujar Afriansyah Noor.
Afriansyah menjelaskan bahwa Kemnaker secara berkelanjutan memperluas kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif. Melalui penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan dan Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Khusus (PTKK), pemerintah membuka peluang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja, baik formal maupun mandiri.
Ia juga mengapresiasi peran STIS beserta para instruktur yang telah mencetak sumber daya manusia disabilitas yang terampil, adaptif, dan berjiwa wirausaha. Menurutnya, kolaborasi antara Kemnaker dan Kemensos menjadi kunci agar hasil pelatihan tersambung langsung dengan kebutuhan pasar kerja.
“Sinergi antara sektor ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial harus terus diperkuat agar penyandang disabilitas tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga kesempatan nyata untuk bekerja dan berwirausaha,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Afriansyah mengusulkan beberapa langkah strategis seperti penyelarasan kurikulum pelatihan vokasi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan integrasi data peserta pelatihan dengan portal SiapKerja. Selain itu, Kemnaker juga mendorong prioritas bagi lulusan STIS dalam program pemagangan nasional dan peningkatan partisipasi dalam Job Fair Nasional.
“Dengan mempertemukan kekuatan di hulu dan hilir, kita dapat memastikan penyandang disabilitas memiliki keterampilan sekaligus kesempatan kerja yang layak. Inilah langkah nyata menuju Indonesia yang inklusif bagi semua,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....