Bangunan Bekas Kebakaran Jadi Lokasi Pembuangan Jenazah Bayi di Tamansari

  • 11 Sep 2026 22:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bangunan kosong yang menjadi lokasi pembuangan jenazah bayi di kawasan gang sempit RT 05 RW 02, Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, ternyata merupakan rumah yang terbakar pada 2021.

Salah seorang warga setempat, Marlina (61) mengatakan, bangunan tersebut telah lama ditinggalkan dan tidak lagi dihuni sejak kebakaran.

“Gak ada penghuninya, kosong. Semenjak kebakaran tahun 2021 itu belum dibangun. Itu bangunan penghuni bekas kebakaran,” ujar Marlina saat ditemui di lokasi, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Marlina, lokasi yang kosong dan minim aktivitas tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk menyembunyikan jenazah bayi yang baru dilahirkan.

Ia juga memastikan bangunan tersebut bukan tempat tinggal salah satu pelaku. Rumah R alias Oman (28) berada tidak jauh dari lokasi, sementara E (23), disebut tinggal di rumah kos di kawasan sekitar.

“Itu bukan rumah pelaku. Rumah pelaku yang laki-laki itu namanya Oman emang dekat dari sini juga. Kalau yang perempuannya katanya sih orang luar daerah tapi ngekosnya daerah sini juga,” kata Marlina.

Sementara itu, polisi telah mengamankan R alias Oman dan E di Mapolsek Metro Tamansari untuk menjalani pemeriksaan terkait kematian bayi perempuan tersebut.

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, bayi tersebut meninggal setelah saluran pernapasannya ditutup oleh kedua orang tuanya.

Bobby menyebut tindakan tersebut dilakukan karena kedua pelaku panik setelah bayi lahir dan khawatir tangisannya terdengar oleh penghuni kos lain.

“Itu yang bersangkutan kaget dan tidak mau mendengar anaknya yang lahir menangis. Kemudian ditutup mulutnya supaya tidak bunyi, supaya tidak terdengar suara tangisan. Karena kosannya kan nempel-nempel dengan tetangga. Ketahuan nanti kalau ada tangisan itu,” ujar Bobby saat dikonfirmasi, Rabu, 9 September 2026.

Berdasarkan penyidikan sementara, tindakan tersebut diduga dilakukan secara bergantian oleh kedua orang tua bayi sesaat setelah proses persalinan.

Polisi menduga kepanikan membuat keduanya menutup mulut bayi hingga akhirnya tidak lagi bernapas.

“Sepertinya dua-duanya. Ya, jadi karena awalnya ditutup sama ibunya, kemudian ditutup sama bapaknya. Setelah panik kemudian menutup mulut bayi ini karena nangis. Setelah itu ya henti napas, meninggal,” tutur Bobby.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....