Ayah Bocah Korban Bullying Menteng Tetap Tempuh Hukum

  • 13 Jun 2026 19:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga bocah berinisial MWP yang menjadi korban bullying atau perundungan di sebuah taman di Menteng, Jakarta Pusat, memastikan tetap melanjutkan proses hukum terhadap para terduga pelaku. Keputusan tersebut diambil meski pihak terduga pelaku telah berupaya meminta maaf kepada keluarga korban pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Ayah korban, mengatakan keluarga telah menerima kedatangan pihak pelaku yang ingin menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Namun, keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Baca juga :

Pemerintah Pastikan Pemulihan Bocah Korban Bullying di Menteng Terus Berjalan

Kalau untuk minta maaf memang ada. Dari pihak pelaku juga sudah berusaha datang, mengajak bicara, bahkan sempat memberikan makanan. Tapi kami menolak karena tetap ingin menempuh jalur hukum," ujar ayah korban, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ayah korban menegaskan keputusan tersebut bukan dilandasi rasa dendam terhadap para pelaku. Menurutnya, proses hukum perlu berjalan agar memberikan efek jera dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.

"Ini bukan karena kami ingin bersikap kejam, melainkan agar ada efek jera. Kami khawatir kalau tidak diproses, kejadian seperti ini bisa terulang dan menimpa anak-anak yang lain," ucapnya.

Ia menilai peristiwa yang dialami putranya tidak dapat dianggap sebagai kenakalan biasa di kalangan anak-anak. Perundungan yang terjadi bahkan menyebabkan korban mengalami gangguan kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Saat ini kondisi MWP dilaporkan berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif. Meski demikian, keluarga masih memprioritaskan proses pemulihan fisik dan psikologis korban pascakejadian.

Keluarga juga berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional, objektif, dan transparan. Mereka meminta seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak di ruang publik agar kasus perundungan serupa tidak kembali terjadi.

Sebelumnya, MWP diduga menjadi korban bullying saat bermain di sebuah taman di Menteng Senen Jakarta Pusat.Berdasarkan keterangan keluarga, korban ditemukan dalam kondisi kejang-kejang dan tidak sadarkan diri setelah bermain di taman tersebut pada Minggu, 7 Juni 2026 malam.

Nenek korban, sebelumnya mengungkapkan rekaman kamera pengawas menunjukkan cucunya diduga diseret oleh dua remaja menuju sebuah tiang yang memiliki aliran listrik. Akibat kejadian itu, korban diduga tersengat listrik hingga pingsan dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....