Psikolog Ungkap Faktor Korban Mudah Terjebak Love Scam
- 04 Jun 2026 09:20 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pendiri dan Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, Nurlaila Effendy, menjelaskan bahwa love scam merupakan bentuk manipulasi yang memanfaatkan perasaan korban untuk mendapatkan keuntungan
- Secara psikologis, pelaku biasanya menciptakan rasa nyaman dan kedekatan emosional agar korban merasa diperhatikan dan dipahami
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus dugaan penipuan berkedok hubungan asmara atau love scam kembali menjadi sorotan publik setelah aparat kepolisian membongkar sindikat penipuan online yang memanfaatkan pendekatan emosional kepada korban. Modus ini dilakukan dengan membangun kedekatan melalui media sosial dan video call sebelum mengarahkan korban pada investasi bodong.
Pendiri dan Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia, Nurlaila Effendy, menjelaskan bahwa love scam merupakan bentuk manipulasi yang memanfaatkan perasaan korban untuk mendapatkan keuntungan. Menurutnya, hubungan yang dibangun pelaku bukan didasarkan pada ketulusan, melainkan bertujuan memperoleh manfaat material.
“Kalau dari love dan scam, berarti memang ada modus yang akan mendapat keuntungan dengan cara-cara pendekatan love. Jadi berbeda dengan love yang murni karena ini namanya scam,” kata Nurlaila dalam wawancara di Pro 1 RRI Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Secara psikologis, pelaku biasanya menciptakan rasa nyaman dan kedekatan emosional agar korban merasa diperhatikan dan dipahami. Kondisi tersebut membuat korban lebih mudah mempercayai pelaku meskipun belum pernah bertemu secara langsung.
Nurlaila menilai laki-laki yang sedang kesepian, mengalami konflik hubungan, atau memiliki kesibukan tinggi dapat menjadi sasaran empuk pelaku. Selain itu, individu yang cenderung introvert juga berpotensi lebih rentan karena merasa menemukan teman berbagi yang selama ini tidak dimiliki.
Ia menambahkan bahwa korban kerap tetap bertahan meski mulai menyimpan kecurigaan karena telah mendapatkan kenyamanan emosional dari hubungan tersebut. “Ada curiga, tapi dia masih membangun relasi karena dia dapat kenyamanan itu yang tidak dia dapat di luar,” ujarnya.
Untuk mencegah terjadinya love scam, masyarakat diimbau memahami tujuan hubungan yang sedang dijalani dan menetapkan batasan yang jelas, terutama terkait waktu, emosi, dan keuangan. Nurlaila juga menyarankan agar hubungan yang ingin dibawa ke arah serius sebaiknya disertai pertemuan langsung guna membantu menilai ketulusan dan karakter lawan bicara secara lebih objektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....