Gerai Laundry di Kebon Jeruk Jakbar Dibobol, Kerugian Capai Rp20 Juta

  • 02 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebuah gerai laundry bernama Bluu Laundry yang terletak di area SPBU swasta di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dibobol komplotan maling pada Senin, 1 Juni 2026 dini hari. Akibatnya, pihak manajemen mengalami kerugian hingga sekitar Rp20 Juta.

Salah seorang kru gerai, Raka, mengatakan aksi pencurian itu sempat terpantau kamera CCTV milik SPBU sekitar pukul 02.50 WIB. Dalam rekaman itu, kata Raka, terlihat dua pelaku datang menggunakan sepeda motor matik berwarna putih.

“Dia itu kerjanya cepat juga sih, enggak sampai hitungan menit. Satu orang menunggu di atas motor di depan konter, sementara satu pelaku lainnya masuk dan mengambil barang-barang di dalam gerai,” kata Raka saat ditemui di lokasi, Selasa, 2 Juni 2026.

Raka menjelaskan, pelaku memecahkan pintu kaca bagian kanan gerai untuk masuk ke dalam toko yang saat itu sudah tutup. Dalam waktu yang singkat, sejumlah barang elektronik operasional dibawa kabur.

Ia mengatakan, barang-barang yang hilang antara lain televisi, tablet, telepon genggam, serta sejumlah perangkat operasional outlet lainnya.

“Sejauh ini sih yang saya lihat cuma elektronik-elektronik doang ya, sama

peralatan operasional outlet. Selebihnya nggak ada lagi sih Kayak TV, tablet, handphone, dan beberapa aksesoris,” kata Raka.

“Kurang lebih 20 jutaan sih. Selain itu, jujur operasional jadi terganggu juga, terus selebihnya jadi tutup sementara, dan itu mengganggu banget sih buat income outlet kita,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Raka, pelaku juga diduga sempat berniat membawa barang milik pelanggan berupa sepatu yang telah dicuci. Menurut Raka, hal itu diketahui usai ditemukan tumpukan sepatu yang sudah dimasukkan ke dalam plastik besar, namun akhirnya ditinggalkan di lokasi.

“Nah untuk barang customer sepertinya, cuman mungkin dia susah bawanya, akhirnya ditinggalin, yang dibawa cuma elektronik itu. Jadi untuk barang customer aman semua,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, CEO Bluu Laundry, James, mengatakan pihaknya sempat membuat laporan polisi usai kejadian. Polisi dari Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, manajemen akhirnya memutuskan mencabut laporan tersebut dengan alasan pertimbangan biaya dan operasional usaha.

“Biaya materiil dan nonmateriil untuk melanjutkan kasus dinilai lebih besar dibanding manfaat yang diperoleh,” kata James melalui pesan singkat, Selasa.

Ia menambahkan, proses penyelidikan yang mengharuskan lokasi tetap steril membuat gerai tidak dapat segera beroperasi kembali.

Hingga kini, gerai laundry tersebut masih tutup total untuk perbaikan. Pecahan kaca masih terlihat berserakan di dalam toko, sementara pintu yang rusak telah ditutup menggunakan papan kayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....