Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional di Era Digital

  • 17 Feb 2025 17:20 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Di era digital saat ini keberadaan gadget telah mengubah kebiasaan bermain anak-anak. Seperti yang disampaikan oleh Vivi Norvika Hariyantini (Kabid. Permainan KPOTI Kalbar) banyak anak-anak yang kini lebih memilih bermain dengan handphone dibandingkan permainan tradisional daerah mereka dalam siaran “Suara Budaya Nusantara” di 92.8 PRO4 Jakarta, Senin (17/2/2025).

Hal ini menjadi keresahan bagi banyak orang tua yang menyaksikan anak-anaknya melupakan permainan yang dulunya akrab di lingkungan mereka. Vivi mengungkapkan bahwa bukan hanya orang tua yang merasakan keresahan ini, namun hampir semua orang tua di berbagai daerah.

Permainan tradisional seperti karet, lopak at, dan pari yang dulu sering dimainkan oleh anak-anak, kini hampir punah. Salah satu solusinya, menurut Vivi, adalah menciptakan ruang-ruang bermain yang memfasilitasi anak-anak untuk kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional. Dalam hal ini, orang tua memegang peranan penting dalam mengenalkan permainan tersebut kepada anak-anak mereka.

Melalui komunitas-komunitas seperti KPUT (Komunitas Permainan Tradisional), Vivi berupaya agar anak-anak kembali tertarik dengan permainan yang menyimpan nilai edukasi dan kearifan lokal. Di Kalimantan Barat, permainan seperti gonde masih dilestarikan di daerah pesisir pantai, meski jumlah pemainnya mulai berkurang. Gonde, yang mirip dengan permainan bola kasti, memiliki keunikan karena bola yang digunakan harus dibuat terlebih dahulu dengan anyaman daun kelapa.

Selain gonde, permainan tradisional lainnya seperti petak kumpet, taba, dan tapok kaleng juga masih dimainkan di beberapa daerah di Kalimantan Barat. Vivi berharap dengan membentuk komunitas dan ruang bermain yang mendukung, permainan tradisional ini dapat kembali hidup dan mengajarkan anak-anak untuk lebih menghargai budaya lokal.

Sebagai langkah awal, Vivi mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Dengan cara ini, diharapkan generasi mendatang tetap dapat merasakan kegembiraan dan pelajaran berharga yang terkandung dalam permainan tradisional, meskipun di tengah kemajuan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....