Walking Her Story Rayakan Hari Kartini lewat Jelajah Sejarah

  • 17 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Langkah kaki menyusuri lorong waktu kini menjadi cara paling pikat untuk menyelami kembali perjuangan hebat kaum perempuan di tanah air. Melalui balutan kain batik yang elegan, para peserta diajak meresapi narasi edukatif sembari menikmati arsitektur ikonik di jantung ibu kota Jakarta.

Acara bertajuk "Walking Her Story" ini hadir sebagai ruang refleksi yang memadukan wisata jalan kaki dengan eksplorasi museum yang kaya akan nilai patriotisme. Suasana kota yang bersejarah dipastikan akan memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi setiap individu yang bergabung dalam perjalanan ini.

Ketua Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia (KPBMI), Dhanu Wibowo menjelaskan bahwa rute perjalanan kali ini difokuskan pada dua lokasi sakral, yakni Museum Sumpah Pemuda dan Museum Kebangkitan Nasional. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar para peserta dapat melihat langsung bukti otentik pergerakan nasional yang pernah digelorakan oleh para tokoh bangsa.

"Kami mengajak peserta untuk mengeksplorasi Museum Sumpah Pemuda dan Museum Kebangkitan Nasional guna memahami akar perjuangan perempuan kita," ungkapnya, Jumat, 17 April 2026. Selain melihat koleksi bersejarah, para peserta akan dipandu untuk memahami keterkaitan antara bangunan tersebut dengan semangat emansipasi.

Setelah puas menjelajahi ruang-ruang museum, seluruh peserta akan diarahkan menuju kawasan terbuka hijau untuk beristirahat sejenak sambil bertukar pikiran. Lokasi ikonik di Jakarta Pusat dipilih sebagai tempat berkumpul karena suasananya yang asri dan sangat mendukung untuk kegiatan diskusi santai.

"Sesi berbagi atau sharing session akan dilakukan di kawasan Lapangan Banteng untuk menciptakan suasana dialog yang lebih terbuka," jelasnya.

Pembagian waktu pelaksanaan sengaja dibuat berbeda guna mengakomodasi kebutuhan interaksi yang lebih personal bagi kaum perempuan pada hari pertama. Agenda pada tanggal 25 April dikhususkan hanya untuk perempuan agar mereka dapat berbagi perspektif secara lebih leluasa mengenai isu kesetaraan.

Sementara itu, kegiatan di hari kedua terbuka bagi masyarakat umum yang ingin turut serta merayakan hari bersejarah ini bersama keluarga atau rekan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sejarah kepada audiens yang lebih heterogen namun tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan yang inklusif.

Kolaborasi antara komunitas dan masyarakat dalam menjaga narasi sejarah ini merupakan langkah nyata untuk memastikan identitas bangsa tidak lekang oleh waktu. Melalui kegiatan yang santai namun edukatif ini, KPBMI berharap semangat Kartini dapat terus menyala dalam sanubari generasi muda di era digital.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendaftarkan diri karena kuota peserta sangat terbatas demi menjaga kenyamanan selama proses jelajah berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....