Libatkan Penyandang Disabilitas, Drama Musikal Sirena Digelar di Balai Sarbini
- 29 Sep 2026 21:20 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Shine Era Entertainment menghadirkan drama musikal fantasi original Indonesia, bertajuk Sirena: Air Mata dari Lautan
- Drama musikal itu akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026, dengan melibatkan para penyandang disabilitas
RRI.CO.ID, Jakarta - Shine Era Entertainment menghadirkan drama musikal fantasi original Indonesia, bertajuk Sirena: Air Mata dari Lautan. Drama musikal itu akan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9-10 Oktober 2026 dengan melibatkan para penyandang disabilitas.
Pertunjukan itu memadukan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, serta imajinasi dunia bawah laut dan daratan, dengan sentuhan kultur lokal Indonesia. Drama musikal itu menargetkan sebanyak 4.400 penonton, dalam empat kali show selama dua hari.
Disutradarai Djaelani M, Sirena mengangkat kisah fantasi yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga membawa pesan mengenai hubungan manusia dengan alam. Pertunjukan itu turut memadukan unsur seni urban dan teknologi, untuk membangun pengalaman visual dunia bawah laut di atas panggung. Dalam penyelenggaraan, pentas drama musikal itu turut berkolaborasi dengan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Dewan Kesenian Jakarta, dan PT MRT Jakarta (Perseroda).
Istri Menteri Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, mengapresiasi keterlibatan anak-anak dari kelompok rentan dalam pertunjukan itu. Menurutnya, drama musikal seperti Sirena dapat menjadi ruang bagi anak-anak, untuk menikmati karya seni, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap industri kreatif.
"Saya sangat mengapresiasi. Saya sangat bangga, sangat terharu, ketika saya mendengar ada sekitar 7-10 anak disabilitas pemain musik dilibatkan," ujar Fatma kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 September 2026.
Ia berharap, keterlibatan itu tidak berhenti pada kesempatan menjadi penonton, tetapi dapat berkembang menjadi peluang bagi penyandang disabilitas, untuk terlibat langsung dalam industri kreatif. Termasuk sebagai pemain musik maupun pemeran.
"Kami bersama Dharma Wanita dari kementerian akan ikut memfasilitasi anak-anak kurang mampu, penyandang disabilitas, hingga anak berprestasi. Untuk bisa menonton pentas drama musikal ini," katanya.
Direktur Shine Era Entertainment, Mikhalouda menyatakan, salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui Sirena adalah, pentingnya saling mendukung ketika menghadapi kekurangan satu sama lain. Ia menyebut, keterlibatan penyandang disabilitas sebagai pemain musik, menjadi bagian penting dari proses kreatif pertunjukan. "Yang ingin kita tekankan, di dunia Sirena adalah saling back up, apabila ada kekurangan satu sama lain," katanya.
Mikha memaparkan, persiapan pentas Sirena memerlukan waktu sekitar tiga bulan, dengan sekitar 28 kali latihan. Salah satu tantangan terbesar adalah, Balai Sarbini bukan merupakan venue khusus pertunjukan teater. Kondisi itu kemudian dijawab tim produksi, melalui penggunaan teknologi multimedia, untuk membangun fantasi dunia Sirena.
"Kalau properti itu susah, kita ambil multimedianya. Kita akan mengubah fantasi itu menjadi sangat menarik di sisi multimedianya," katanya.
Sementara itu, aktris kenamaan Indonesia yang menjadi salah satu pemeran Sirena, Widi Mulia menyatakan, cerita dalam pertunjukan itu juga membawa pesan tentang waktu, keluarga, serta harapan. Dan pentingnya melepaskan sekaligus percaya terhadap proses kehidupan.
Widi menyatakan, generasi muda perlu mendapatkan akses seluas-luasnya untuk belajar, bermimpi, dan mengembangkan imajinasi. Ia berharap, Sirena dapat menjadi salah satu ruang, yang membuat penonton kembali menumbuhkan harapan, melalui pengalaman menikmati karya seni. "Buka seluas-luasnya akses untuk mengenyam, untuk menyerap pendidikan dan bermimpi, berimajinasi," ucapnya.
Dalam pertunjukan ini, peran SIRENA dewasa dibawakan Rara Sudirman, bersama Muhammad Fachad Haydra sebagai Anthony dan Radhyna Azahra Putri sebagai Reina. Aktris dan solois Widi Mulia berperan sebagai Ratu Kaia, sedangkan Agus Wisman sebagai Raja Athar. Dan Teuku Zacky turut tampil sebagai Prof. Dharma.
Pertunjukan itu juga melibatkan talenta muda dan cilik, antara lain Rasyad Aiman Agus sebagai Leo, Firzanah Alya sebagai SIRENA kecil, Yoan Cocohamida sebagai Anthony kecil, dan Loisa Ramadhani sebagai Reina kecil. Ensemble serta talenta muda lainnya, akan menghidupkan kerajaan bawah laut dan dunia manusia melalui nyanyian, akting, dan koreografi.
Melalui Sirena: Air Mata dari Lautan, Shine Era Entertainment berharap, pertunjukan itu dapat ikut mendorong perkembangan industri drama musikal Indonesia. Sekaligus memberikan dampak bagi ekosistem ekonomi kreatif, dan membuka ruang bagi talenta muda di Tanah Air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....