Mahalini Titip Kisah Luka lewat “Percuma”

  • 29 Sep 2026 21:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Mahalini kembali menyapa para pendengar melalui single terbarunya, “Percuma”. Lagu yang ditulis Mahalini bersama Martinus Tintin ini menghadirkan kisah tentang cinta yang pernah begitu berarti, tetapi perlahan berubah hingga kehilangan maknanya.

“Percuma” membawa pendengar pada cerita seseorang yang masih berusaha mempertahankan sebuah hubungan, meski perjuangan tersebut tidak lagi mendapatkan respons seperti yang diharapkan. Dalam kondisi tersebut, cinta yang sebelumnya menjadi alasan untuk bertahan perlahan berubah menjadi kelelahan.

Melalui lirik yang sarat emosi, Mahalini menggambarkan perasaan ketika seseorang terus mencoba memperbaiki hubungan seorang diri. Harapan untuk mengembalikan keadaan seperti semula justru berujung pada kesadaran bahwa berbagai usaha yang dilakukan terasa sia-sia karena tidak pernah benar-benar didengarkan.

Penghayatan Mahalini menjadi salah satu kekuatan utama dalam lagu ini. Setiap lirik dibawakan dengan karakter vokal yang kuat dan personal, sehingga emosi tentang luka, keresahan, dan kelelahan terasa dekat dengan pengalaman pendengar. Nuansa tersebut kemudian berkembang semakin kuat ketika lagu memasuki bagian refrain.

Bagian refrain menjadi salah satu titik emosional penting dalam “Percuma”. Pengulangan kata “Percuma” menegaskan perasaan seseorang yang telah berulang kali mencoba menyampaikan isi hati, tetapi merasa tidak pernah benar-benar didengar. Dari sana, lagu ini membawa pesan tentang hubungan yang perlahan kehilangan arah.

Namun, “Percuma” tidak hanya berbicara tentang kehilangan. Lagu ini juga menggambarkan proses menerima kenyataan bahwa cinta yang pernah diperjuangkan tidak selalu dapat kembali seperti semula. Bagi seseorang yang telah bertahan terlalu lama, melepaskan pada akhirnya dapat menjadi bagian dari proses untuk menerima keadaan.

Kehadiran “Percuma” sekaligus memperkuat konsistensi Mahalini dalam menghadirkan karya yang mengandalkan kekuatan cerita dan emosi. Perpaduan lirik yang mendalam dengan vokal penuh penghayatan menjadi medium untuk membawa pendengar mengikuti perjalanan sebuah cinta yang perlahan kehilangan maknanya.

Melalui single ini, Mahalini berharap “Percuma” dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada dalam fase kehilangan, berusaha mempertahankan hubungan, atau belajar menerima bahwa tidak semua hal yang pernah indah harus dipertahankan selamanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....